Pertemuan Raya Guru Sekolah Minggu Tahun 2016 Sukses Digelar.

0
2399

GMIM.or.id – Ivent empat tahunan Pertemuan Raya Guru Sekolah Minggu GMIM Tahun 2016, yang dihadiri sekitar 4000 Guru Sekolah Minggu ini, diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Ketua BPMS GMIM Pdt. DR. HWB Sumakul, dimana ibadah tersebut menonjolkan kebudayaan Minahasa yang diperankan Anak Sekolah Minggu, bersama Orkestra Manado String Ensemble, sukses digelar di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Sabtu (28/5).

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemrov Sulut Rudij Roring menyebutkan, menjadi tugas bersama antara Pemerintah dan Gereja, membentuk pribadi rohani dan pribadi anak agar bertumbuh dan berkembang dalam Yesus Kristus. “Pada gilirannya, mereka (anak-anak) akan menjadi sosok penerus yang mampu mentransformasikan nilai kasih Kristus dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat,”  kata Roring.

Ia menegaskan, dalam hal inilah Guru Sekolah Minggu mengemban peran penting untuk membentuk iman generasi gereja masa depan, serta menanamkan nilai-nilai moral pribadi Yesus Kristus kepada anak. “Karena inilah yang nantinya membentuk karakter anak itu sendiri,” ungkap Roring saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.

Sementara itu, Ketua Komisi Pelayanan Anak Sekolah Minggu GMIM, Pnt Ir Meike C. Pangemanan Msi mengatakan, Guru Sekolah Minggu diibaratkan seorang arsitek yang merencanakan, menggambar Gereja masa depan dalam diri seorang anak sekolah minggu. “Kesalahan membangun jiwa adalah ancaman bagi gereja masa depan. Di era digital saat ini, tanpa disadari anak-anak kita sedang dimuridkan dengan berbagai pengajaran yang menyesatkan. Ini menjadi tanda awas bagi kita sebagai orang-orang yang terpanggil untuk melayani dengan sungguh-sungguh.  Sudahkah gereja memberi tempat yang terbaik bagi anak-anak kita,” ungkap enci Ike, sapaan akrabnya di kalangan anak dan guru sekolah minggu GMIM.

Senada dengan itu, Walikota Manado Vicky Lumentut, dalam kapasitasnya selaku Ketua Kelompok Pendamping Pembina Pelayan Anak (KP3A) Sinode GMIM mengatakan, meletakkan dasar kepada anak menjadi tugas utama guru sekolah minggu. Selebihnya, Tuhan yang berkarya dalam kehidupan anak yang memiliki dasar iman yang kuat. “Karena sebagai guru sekolah minggu kita diajar untuk rendah hati. Kita belajar apa itu kesabaran. Belajar melihat kebutuhan sesama kita. Saya mengucapkan selamat dan sukses atas Pertemuan Raya Guru Sekolah Minggu GMIM Tahun 2016 ini. Kepada seluruh guru sekolah minggu GMIM, mari kita melanjutkan kerja dan pelayanan kita,” terang engku Vicky, yang pernah menjadi Wakil Ketua Bidang KPA Sinode GMIM, dimasa pelayanan  Alm. Arie O.D. Pangaila (mantan Ketua KPA Sinode GMIM).

Dalam rangkaian Pertemuan Raya Guru Sekolah Minggu GMIM 2016 ini   dilaksanakan Pelantikan Panitia Bulan Peduli Anak GMIM Tahun 2016 yang didahului pembacaan Surat Keputusan Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM Nomor 59 Tahun 2016 tanggal 25 Mei 2016, oleh Sekretaris KPA Sinode GMIM Pnt. Marshel Meruntu, M.Teol.  Adapun kepanitiaan yang diketuai Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap,SH tersebut dilantik oleh Ketua BPMS GMIM Pdt. DR. HWB Sumakul. Selain itu, dilaksanakan penyerahan penghargaan bagi Guru Sekolah Minggu yang telah melayani lebih dari 40 tahun dan masih aktif melayani sampai saat ini.

Tampak hadir dalam Pertemuan Raya Guru Sekolah Minggu GMIM Tahun 2016 ini, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Utara Ir. Erny Tumundo, M.Si, Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH, Ketua KPA Sinode Am Gereja-gereja di Sulawesi bagian Utara dan Tengah Prof. DR. Paula Lumentut-Runtuwene, bersama para Ketua-ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat se GMIM.

Ditemui usai rangkaian acara, Ketua Panitia Pertemuan Raya Guru Sekolah Minggu GMIM Tahun 2016 Pnt. Michael Octavian Mait, S.Kom mengatakan, semua telah bekerja keras untuk suksesnya acara ini. “Perlu diingat, semua ini karena kemurahan Tuhan. Terima kasih untuk teman-teman. Harapan saya, semoga kebersamaan yang ada sekarang, akan terus menuntun kebersamaan sebagai Guru Sekolah Minggu GMIM dan terus mengarahkan kita untuk pelayanan kepada anak. Mungkin ini tidak berarti bagi sebagian orang. Selama kita melakukannya untuk kemuliaan Tuhan, apa yang kecil dimata manusia, pasti besar dimata Tuhan,” tegas Asisten Bendahara Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM ini.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here