Siapa mengelola dia memiliki, siapa berdiam diri kehilangan

Siapa Mengelola Dia Memiliki, Siapa Berdiam Diri Kehilangan
Lukas 19 : 26 – 27

Renungan Harian Keluarga ~ Sabtu, 14 Juli 2012

     Ada orang berkata “diam itu emas”. Ungkapan ini berlaku jika berada dalam “keramaian” memperbincangkan sesuatu. Tetapi ini tidak berlaku untuk mengaktifkan dunia kehidupan. Pada hakekatnya Tuhan memberikan karunia kepada setiap orang, juga memberi lingkungan dimana setiap orang hidup. Baik karunia yang melekat dalam diri seseorang maupun lingkungan dimana dia hidup semua itu mesti dikelola.

Siapa mengelola dia memiliki, siapa berdiam diri kehilangan Read More »

Membangkang selalu punya konsekuensi

Membangkang Selalu Punya Konsekuensi
Lukas 19 : 22 – 23

Renungan Harian Keluarga ~ Kamis, 12 Juli 2012

     Membangkang atau memberontak dapat dilihat secara relatif. Artinya kalau penguasa pemerintah itu berbuat salah maka pembangkangan itu sifatnya positif karena mengingatkan penyalah-gunaan kekuasaan. Persoalan muncul kalau membangkang menjadi sifat atau karakter seseorang. Sehingga dia tidak lagi membedakan mana yang baik dan tidak baik. Karakter seperti ini dapat disebut pemberontak.

Membangkang selalu punya konsekuensi Read More »

Bahaya hidup apatis

Bahaya hidup apatis
Lukas 19 : 20 – 21

Renungan Harian Keluarga ~ Rabu, 11 Juli 2012

     Apatisme dalam ilmu psikologi berarti seseorang berada dalam kondisi tidak punya minat atau tak bergairah secara emosional, sosial, spiritual dan jasmani. Apatisme dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti bencana yang menimpa dia dan masyarakat sehingga dia tidak punya kemampuan untuk bangkit lagi dari malapetaka yang menimpa; juga disebabkan oleh tekanan hidup yang luar biasa baik seseorang atau lingkungan dimana dia dibesarkan atau di lingkungan dimana dia berada; dan juga dapat disebabkan oleh pikiran dan pandangan hidup bahwa hidup ini sia-sia.

Bahaya hidup apatis Read More »

Siapa menabur dia menuai

Siapa Menabur, Dia Menuai
Lukas 19 : 20 – 21

Renungan Harian Keluarga ~ Selasa, 10 Juli 2012

     Siapa menabur dia menuai. Suatu ungkapan yang sulit dibantah kebenarannya. Kalau kita melakukan sesuai maka akan memanen apa yang kita perbuat. Bahasa ini dekat dengan pertanian. Di beberapa tempat di tanah Minahasa raya ini ada pelaksanaan pengucapan syukur. Dahulu praktek pengucapan syukur baik dalam kesaksian Alkitab Perjanjian Lama maupun juga praktek pengucapan syukur leluhur di tanah Minahasa adalah membawa buah sulung hasil pertanian ke rumah Gereja.

Siapa menabur dia menuai Read More »

Menunggu mesti diisi dengan hal berguna

Menunggu Mesti Diisi Dengan Hal Berguna
Lukas 19 : 11 –  14

Renungan Harian Keluarga ~ Senin, 9 Juli 2012

     Menunggu memang merupakan sesuatu yang membosankan. Sebab kita berada pada hal yang belum kita ketahui apa yang akan terjadi; sedangkan pada saat menunggu memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi; tidak mau berorientasi pada masa kini sebab pikiran kita tertuju pada masa depan. Belum lagi ada godaan duniawi terhadap siapa yang memerintah kita sementara menunggu. Saudaraku, latar belakang perikop ini adalah bahwa bangsa Israel memang sedang dijajah oleh kekaisaran Romawi ketika Yesus datang ke dunia. Mereka berharap akan datang pembebas dari penjajahan. Itulah yang dikatakan-Nya, seorang bangsawan akan datang dan dilantik menjadi raja. Tetapi skeptisisme atau keraguan meliputi mereka sehingga mereka berpikir Yesus bukanlah raja. Skeptisisme membuat mereka tidak bergairah untuk memberi apresiasi terhadap kesempatan berharga dan perintah untuk mengelola kesempatan yang diberikan.

Menunggu mesti diisi dengan hal berguna Read More »

Tak ada yang mustahil

Jumat, 29 Juni 2012
Tak ada yang mustahil
Yunus 4 : 9

     Kita sepakat bahwa kehidupan di dalam dunia ini tidak bebas dari pergumulan. Siapakah manusia yang tidak memiliki pergumulan? Masalah-masalah dalam rumah tangga, pekerjaan, studi, kesehatan, pergaulan, kebutuhan hidup sehari-hari selalu ada dan kita alami. Tak jarang ketika mengalami pergumulan yang berat kita mulai mempersalahkan diri kita, orang lain, bahkan Tuhan. Kita menjadi uring-uringan tak karuan tanpa kendali, tertekan berat dan akhirnya frustasi atas hidup ini.

Tak ada yang mustahil Read More »

Hanya Tuhan yang Kekal-Abadi

Kamis, 28 Juni 2012
Hanya Tuhan yang Kekal-Abadi
Yunus 4 : 6 – 8

     Begitu gembiranya Yunus ketika dilihatnya sebuah pohon jarak yang tumbuh dengan cepat menaungi tempat pondoknya. Akan tetapi keesokan harinya datanglah seekor ulat menggerek pohon itu hingga layu, tak lama berselang datanglah angin timur yang panas dan matahari semakin terik. Yunus akhirnya lemas tak berdaya dan berharap agar dirinya mati saja.

Hanya Tuhan yang Kekal-Abadi Read More »

Scroll to Top