RHK Kamis 9 Agustus 2012

0
1368

Jawaban dari suatu pertanyaan 
Lukas 12 : 18 – 19

     Manusia tidak akan pernah puas dalam hidupnya; ia akan selalu berusaha dan berjuang dan menambah apa yang masih dianggap kurang atau belum ada. Seakan tidak ada waktu yang terbuang untuk memikirkan bagaimana ia memperluas usaha dan kekayaannya. Inilah jawaban dari suatu pertanyaan dari orang kaya yang bertanya pada diri sendiri; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku, sesudah itu aku akan berkata pada jiwaku; jiwaku, ada padamu banyak barang tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Ini gambaran dari suatu perjalanan panjang ketika ia sudah berada di puncak gunung yang tinggi dan ia sudah mencapai tujuan hidupnya.

     Mo apa lei samua so ada, hidup bersenang-senang dan berfoya-foya, makan, minum, istirahat; karena kekayaannya so nentau mo beking apa. Ia sama sekali tidak memikirkan orang lain, ia menganggap bahwa ia telah mencapai tujuan hidupnya dan merasa aman, bahkan sampai tidak mengindahkan dan tidak pernah menyadari bahwa ini adalah anugerah Tuhan yang terindah. Sehingga sikap dari orang kaya ini sangat bodoh, yang akan membawa dia pada kebinasaan. Karena itu sebagai keluarga kitapun diajar agar hidup bijaksana untuk mengelolah kekayaan itu. Hidup produktif, hemat, terencana, berguna dan menjadi berkat bagi orang lain dan untuk Tuhan. Jangan jadikan kekayaan itu sebagai tujuan hidup tetapi marilah kita dan keluarga kita memahami Firman Tuhan ini; Amsal 30:8-9 Jauhkan dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal Engkau dan berkata; Siapakah Tuhan itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, kami bersyukur untuk segala yang telah tersedia untuk kami, tolonglah kami agar ketika kami sudah berada pada puncak keberhasilan kami tidak akan menjadi sombong, kami tidak akan terkabur tetapi kami mau bersyukur dan mau berbagi dengan sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here