RHK Selasa 30 Oktober 2012

0
1128

Kasihilah Sungguh-sungguh
I Petrus 4:8

     Tuhan Yesus telah lebih dahulu mengajarkan kasih. Dimana dalam Mat 22:37-39 nampak jelas kasih itu diwujudkan dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia. Namun pada prakteknya kasih itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kasih kadang kala dibungkus oleh berbagai macam kepentingan. Seseorang begitu mewujudkan kasih kepada orang lain hanya oleh karena kepentingan-kepentingan tertentu. Kasih kadang diwujudkan pada alamat yang tidak tepat. Seseorang begitu mewujudkan kasih kepada seseorang dengan iming-iming berharap imbalan yang lebih besar.

Misalnya agar mendapat promosi jabatan bahkan agar dipuja-puji. Sehingga kasih itu tidak tulus. Penyalahgunaan pengertian kasih disoroti oleh Paulus karena banyak orang yang melakukan kasih hanya karena terpaksa dan tidak didasari atas kasih seperti yang telah dicontohkan oleh Yesus Kristus bahkan sampai mati di kayu salib. Karena itu seperti juga Paulus mengingatkan “hendaknya kasih itu jangan berpura-pura” (Rm 12:9). Tuhan menghendaki ketulusan hati dalam mewujudkan kasih. Sehingga ketika kita melakukan kebaikan kepada sesama manusia bahkan kepada Tuhan biarlah kita haya berharap upah dari Tuhan yang akan membalaskan kasih kita yang telah kita lakukan dengan sungguh-sungguh apakah kepada sesama manusia atau kepada Tuhan. Amin.

Doa: Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu memberkati segala tugas dan kerja kami. Kiranya kami mampu mewujudkan kasih kepada sesama kami dan kami mampu mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here