RHK Jumat, 15 Juli 2016

0
2151

Bersyukur dalam Ketaatan dan Kekudusan

Ulangan 16:16a

Allah menghendaki agar umat-Nya hidup di dalam ketaatan dan kekudusan dalam mengiring Dia. Ketaatan dan kekudusan ini pun harus dinyatakan dalam hal mengucap syu-kur. Musa mengingatkan orang Israel agar dengan taat mera-yakan hari-hari raya pengucapan syukur mereka di hadapan Tuhan Allah, yakni hari raya Paskah, hari raya Tujuh Minggu, dan hari raya Pondok Daun. Perayaan ini pun harus dilakukan di Yerusalem, sebagai kota yang melambangkan kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Penegasan ini ditekankan Musa dengan mengatakan, “Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya” (ay. 16). Keharusan ini menunjukkan kehen-dak Allah atas ketaatan orang Israel yang disebut sebagai umat-Nya. Dalam ketaatan ini pun orang Israel diingatkan tentang kekudusan yang harus mereka pelihara ketika datang meng-hadap Tuhan di Yerusalem.

          Allah yang kudus sebagaimana bacaan kita saat ini menghendaki orang Israel merayakan syukurnya dalam keku-dusan pula. Demikianpun Allah yang kita imani ini, meng-hendaki orang percaya termasuk kita bersyukur dalam ketaatan dan kekudusan. Sudahkah kita bersyukur dan merayakannya dalam ketaatan dan kekudusan? Hari-hari ini, pengucapan syukur yang dirayakan sering dilihat memiliki konotasi negatif karena tidak dirayakan dalam kekudusan di hadapan Allah. Allah menghendaki umat-Nya tidak merayakan syukur dengan pesta pora atau kemabukan, melainkan dalam kemurahan hati yang mau memberi. Amin.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk selalu bersyukur dengan hati yang taat dan hidup yang kudus di hadapan-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here