RHK Jumat, 15 Mei 2015

0
2046

Tuhan adalah Penolongku

Ibrani 13:6-7 

Keluarga yang diberkati Tuhan. Di masa awal kekristenan muncul dan berkembang hampir tidak ada pemberita injil yang akhir perjalanan hidupnya “happy ending”. Semua pemberita Injil memiliki akhir hidup yang tragis. Paulus dipenggal, Yakobus dibunuh dengan pedang, Petrus disalib terbalik, Yohanes dibuang, dll. Bahkan sampai hari ini dibeberapa tempat yang anti kekristenan telah menempatkan banyak orang percaya yang hidup dalam bahaya dan ancaman kematian. Sejarah bahkan mencatat bahwa Injil bertumbuh di atas darah para martir. Kalau demikian kenyataannya, apa maksud penulis kitab Ibrani mengatakan Tuhan adalah penolongku? Kalau Tuhan adalah penolong semestinya bukan demikian akhir hidup orang percaya. Setidak tidaknya itulah yang kita pahami dan kita harapkan. Namun pernyataan iman ini dihubungkan dengan mencontohi teladan iman para pemberita Injil sehingga Tuhan adalah penolong tidak dimaknai dengan arti yang kita harapkan yakni “bebas masalah” sebaliknya kata kata ini lebih menonjolkan sebuah pernyataan iman untuk tetap setia dalam menghadapi perlakuan apapun yang mungkin dilakukan oleh manusia terhadap orang percaya termasuk resiko penderitaan dan kematian. Penulis kitab Ibrani dengan lantang menantang apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Tuhan adalah penolongku. Keluarga yang diberkati Tuhan. Menjadikan Tuhan sebagai penolong tidak selalu merupakan jaminan “bebas masalah” sebaliknya terkadang seperti penulis Ibrani kita diajak dan diajar untuk menempatkan iman terhadap pertolongan Tuhan di dalam kenyataan derita dan kematian. Pertolongan Tuhan bukan lagi kata kata harapan melainkan sebuah kesaksian dan pernyataan iman atas kasih setia Tuhan dalam berbagai kenyataan kehidupan. Amin.

Doa: Tuhan ajar keluarga kami untuk mengimani pertolongan-Mu sebagai kesaksian hidup pribadi dan keluarga kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here