RHK Jumat, 16 Maret 2013

0
1351

Kasih Kristus yang Menyembuhkan

Lukas 22  : 51

Tuhan Yesus member reaksi atas tindakan main hakim sendiri oleh seorang murid dalam bacaan kemarin.  ‘Sudahlah’ artinya  biarkanlah proses penangkapan ini terjadi karena Tuhan Yesus sadar bahwa hal ini harus terjadi, karena memang Anak Manusia harus diserhkan kedalam tangan manusia untuk menderita demi kasih-Nya kepada manusia. Begitu besar kasih-Nya kepada manusia makan Ia menjamah dan menyembuhkan telinga hamba Imam Besar yang putus itu.

Jamahan dan kesembuhan berpadu dalam kasih Allah kepada manusia sekalipun manusia sering menyakiti-Nya. Perbuata Yesus ini menunjukan sikap-Nya yang menolak kekerasan sehingga kekerasan tidak perlu dihadapi dengan kekerasan melainkan dengna kasi yang menyembuhkan luka fisik, maupun psikis manusia. Bukankan ini merupakan ajaran Tuhan Yesus dalam Lukas 6 : 27 “…kasihilah musuh dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu..”

Ada hal-hal dalam hidup kita sebagai keluarga Kristen harus mengalami ujian dan cobaan sebagai bagain dari cara Tuhan memperoses kedewasaan iman. Bukankah iman kita diuji seperti emas yang murni (1Petrus 1:7)? Yang penting bagi kita dimasa sengsara ini menghayati arti kesengsaraan Tuhan Yesus sambil melakukan tindakan-tindakan pernyelamatan manusia dengan cara mengunjungi, mendoakan dan member diakonia kepada yang sakit sengasara dan menderita karane ketidakadilan. Bukankan Tuhan Yesus telah menyembuhkan kita dari sakit fisik maupun rohani ? Amin

Doa : Ya Tuhan, ajarlah keluarga kami untuk hidup dalam kasih yang menolak segala bentuk kekerasan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here