RHK Jumat, 19 Februari 2016

0
1645

Orang Yang Fasik Hatinya Binasa Sebelum Saatnya

Ayub 36:13-14

 Benar kata 1 Raja-Raja 2:12 bahwa,  Allah memenuhi permintaan Salomo dengan memberikan ”hati yang penuh hikmat dan pengertian”. Sebab dari hati muncul pikiran untuk berakal budi yang kemudian tampil dalam tindakan yang tulus, jujur dan benar. Dalam pengambilan keputusan bagi kesejahteraan dan kemakmuran negeri.

Pembacaan hari ini berbicara tentang hati yang fasik menyimpan kemarahan, yang tentu saja berbuah pada keja-hatan. Bahkan karena kebebalan, hati orang fasik yang selalu menganggap berkuasa, mengandalkan diri, sombong, sehing-ga ketika mengalami sengsara sebagai hukuman atas keja-hatan, mereka sendiri tak mau minta bantuan pertolongan. Sebagai akibatnya mereka sendiri hidup kepayahan karena kefasikannya, hidup dalam kehinaan sebagai lambang kebi-nasaan yang keji, sebelum ajal datang menjemput.

Sebagai insan dalam keluarga kita diberikan hati oleh Tuhan, tempat bertahtanya keinginan Allah, untuk diber-lakukan  dalam kehendak dan kemauan Allah sendiri. Dan tentu saja itu jauh dari bertahtanya kemarahan dan kebencian sama seperti orang fasik yang hanya melahirkan tindakan yang jahat dan tak berkenan di hati Tuhan, sehingga terus dalam kehinaan hidup sebelum ajal datang menjemput. Sebab itu kita senantiasa terpanggil  untuk hidup dalam kasih dan bukan menabur kebencian dan kebinasaan. Dengan demikian hidup kita bermakna bagi kebenaran dan kemuliaan Tuhan. Amin.

Doa: Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari hati yang fasik, yang menaburkan kebencian dan kemarahan, melainkan karunia-kanlah hati yang penuh kasih terhadap sesama hingga hidup kami bermakna bagi kemuliaan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here