Kasih Yang Mengenal

1 Korintus 13:12

Orang berkata: aku mengenal dia waktu katekisasi gereja, aku mengenal dia saat pesta, aku mengenal dia waktu ibadah  pemuda, aku mengenal dia waktu kegiatan jalan sehat, aku mengenal dia karena orang ini, aku mengenal dia waktu  seminar, dan seterusnya. Ungkapan ini menunjukkan bahwa saling me-ngenal itu terjadi karena ada pertemuan, perjumpaan dan kesempatan. Menurut Paulus, jemaat Korintus mengenal dia dan dia mengenal jemaat, masih seperti cermin yang samar-samar atau belum jelas, masih terbatas dan dibatasi oleh keadaan. Mereka belum mengenal persis tipe, karakter dan semangat Paulus, tentu begitu sebaliknya. Paulus optimis, mereka akan saling mengenal dengan sempurna hanya melalui kasih yang sempurna, ditindaklanjuti dengan perjumpaan langsung, berca-kap, bertemu satu dengan yang lain, saling tukar pikiran dan pengalaman seperti dia sendiri dikenal oleh banyak orang karena mengajarkan kasih dari Firman Tuhan, walaupun ia sendiri tidak terkenal. Ia juga optimis bahwa Kasih Kristus yang akan menyertai dia dan jemaat Korintus, sehingga mereka akan saling mengenal dengan sempurna.

Dalam pengertian inilah kita harus mengakui bahwa, apabila kita belum bertemu langsung/bercakap dengan seseorang, kita belum dapat memberikan pendapat terhadap tipe dan karakter sese-orang. Seseorang dapat mengungkapkan suatu kebenaran dalam diri orang lain, apabila ia sudah lama dan jauh bergaul bersama. Karena itu harus hati-hati, dan tahu menempatkan diri apabila bercakap dengan orang lain yang belum kita tahu keberadaan-nya.

Sebagai keluarga GMIM, kasih kita rasakan secara utuh dan bulat dengan semua anggota keluarga, karena kita saling mengenal satu dengan yang lain. Orang tua mengenal anak-anaknya demikian sebaliknya anak-anak mengenal orang tuanya. Terbentuklah ikatan kasih sejak kita masih dikandungan sampai dewasa. Melodi Storge yang tercipta dalam suatu keluarga, adalah respon atas Agape yang Tuhan anugerahkan. Ingat, kita rasakan Kasih dan berkat Tuhan, semua anggota keluarga kita diproteksi Tuhan, apa respon kita? Beribadahlah dan mengucap syukurlah sebab kasih-Nya selalu baru, selalu utuh dan mengutuhkan dalam segala hal, sehingga keluarga tetap terpelihara dan dicukupkan. Kalau-pun ada yang belum merasakan keutuhan itu, wujudkan kasih dengan merangkul semua anggota keluarga kita dengan kasih yang  ikhlas dari hati nurani yang tulus. Langkah ini pasti akan memberi dampak positif bagi keluarga kita. Amin.

Doa: Tuhan Yesus sumber berkat dalam keluarga kami, terimalah  ucapan syukur kami untuk kasih yang selalu Engkau berikan setiap hari. Jadikan kami alat kasihMu untuk banyak orang, supaya namaMu dikenal dan dimuliakan. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top