Menjadi Anak-anak Allah

Roma 8:14-16

Menjadi anak-anak Allah! Itulah berita sukacita dari kebenaran Firman yang kita baca hari ini. Paulus menjelaskan tentang peran Roh Kudus bagi kehidupan umat percaya. Roh itu membimbing manusia dalam kehidupan kesehariannya. Orang yang dipimpin oleh Roh dijadikan anak-anak Allah. Hidup dalam hubungan yang khusus dan dekat dengan Allah untuk menikmati kasih dan pemeliharaan-Nya. Oleh Roh itulah maka manusia bisa memanggil Allah sebagai Bapa sebagai suatu gambaran hubungan khusus dan akrab yang berlandaskan kasih dan penghormatan.

Sungguh istimewa hubungan antara Bapa dan anak, sehingga dipakai menggambarkan hubungan khusus antara Allah dan umat-Nya. Hal ini menimbulkan keprihatinan mana-kala melihat bahwa tidak sedikit hidup rumah tangga Kristen yang hubungan orang tua dan anak tidak harmonis. Terjadi kerenggangan antara orang tua dan anak, ada perlakukan tidak wajar orang tua kepada anak dan sebaliknya tindakan anak yang tidak menghargai orang tua. Sebagai keluarga Kristen, mari kita menghargai hubungan orang tua dan anak melalui sikap yang saling menyayangi, menghargai, dan menghormati.

Selanjutnya, Firman Tuhan mengingatkan kita tentang status sebagai anak-anak Allah yang hidup dalam pemeliharaan kasih-Nya. Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita dalam situasi dan kondisi hidup yang bagaimanapun; dalam keadaan senang maupun susah. Amin.

Doa:  Ya Bapa, bimbinglah kami agar tetap setia sebagai anak-anakMu dengan berupaya menjaga kehidupan rumah tangga yang harmonis dan memelihara iman dalam segala situasi kehidupan. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top