RHK Jumat, 23 September 2016

0
1542

Kebahagiaan Orang yang Suci Hati dan Pembawa Damai

Matius 5:8-9 

            Ucapan “Berbahagialah” dalam bagian ini membawa kita pada kesadaran untuk benar-benar melakukan peme-riksaan diri secara jujur. Terutama ketika kita membantu sesama, apakah kita menuntut balas di kemudian hari atau apakah yang kita lakukan itu bersih dari pamrih dan tidak menonjolkan diri sendiri? Apakah yang kita lakukan terhadap sesama dan terhadap Tuhan sudah didasarkan pada hati yang suci?

            Kesucian hati bukanlah suatu pilihan tetapi harus ada dalam diri setiap orang sebagai ciri warga Kerajaan Allah. Orang yang murni hatinya akan melihat dan bertemu dengan Tuhan.

            Kesucian hati hanyalah dapat dilihat dari orang yang selalu membawa damai. Damai berarti persoalan-persoalan harus dihadapi, diatasi dan diselesaikan dengan tuntas. Berbahagialah orang yang membawa damai menunjuk pada orang-orang yang aktif, yang mau menghadapi segala sesuatu dan membawa perdamaian walaupun jalan ke arah itu merupakan jalan yang berat.

            Kalau keluarga kita membawa damai berarti kita telah melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah sehingga kita disebut anak-anak-Nya. Amin.

Doa: Tuhan Yesus, jagalah terus hati kami untuk memelihara kesucian-Mu yang terpancar dalam hidup yang menciptakan hubungan yang benar dengan sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here