Janji Yusuf
Kejadian 45:9-13
Pada waktu pesta demokrasi khususnya pemilihan caleg maupun Presiden, dihampir setiap pertemuan/kampanye kita mendengar janji-janji para caleg dan capres-cawapres yang sangat menggiurkan. Kita seolah-olah diantar pada suatu kondisi yang indah dan menyenangkan. Janji-janji mereka menghipnotis kita karena seolah-olah membawa kita pada kehidupan yang serba membahagiakan, luar biasa. Walaupun pada kenyataannya janji-janji itu masih perlu dibuktikan. Sebab pengalaman telah banyak membuktikan bahwa seringkali janji-janji itu hanya sebatas “sorga telinga”. Yusuf telah berjanji bahwa ia akan menolong keluarganya, bahkan ia akan menjamin semua kebutuhan mereka, sehingga mereka tidak akan menjadi miskin atau kelaparan. Janji Yusuf bukan hanya menghibur atau menenangkan yang bersifat “sorga telinga”, tapi janji Yusuf adalah perwujudan dari suatu tanggung jawab dirinya sebagai yang telah diberkati Tuhan. Dan benar sejarah dan Alkitab membuktikan bahwa Yusuf melakukan atau menepati janjinya terhadap keluarganya sampai ia mati.
Betapa berbahagianya jika setiap janji yang diucapkan oleh anak-anak Tuhan di tengah keluarga Kristen ditepati. Pasti keluarga itu akan berbahagia. Yusuf memberikan janjinya bukan hanya di bibir saja. Mudah-mudahan janji suami istri sehidup semati tetap dipertahankan. Serta janji anak-anak-anak terhadap orang tua bisa direalisasikan. Karena jika semua setia dan punya komitmen terhadap janjinya, maka kita semua pasti bahagia. Amin.
Doa: Ya Tuhan ajarilah kami keluarga selalu menepati apa yang menjadi janji iman kami, baik kepada keluarga maupun kepada Tuhan. Amin.