Firman Tuhan Dasar Hidup Bahagia
Amsal 29:18-22
Keluargaku yang terkasih, siapa yang suka hidup bahagia di antara kita? Atau ada yang tidak suka hidup bahagia? Dalam pergaulan setiap hari, sering kita dapati bahwa ukuran kebahagiaan dinilai dengan status sosial seseorang. Orang dikatakan bahagia jika punya banyak duit, dan punya banyak teman, dibanding yang miskin. Orang yang punya kuasa, lebih disegani dan relasinya lebih banyak daripada orang yang sederhana. Hal demikian lumrah, tapi kebahagiaan itu hanya sementara, sebab saat kekurangan duit dan tidak lagi memiliki kuasa banyak orang meninggalkan mereka.
Apa ukuran kebahagiaan menurut Firman Tuhan saat ini?
Pengamsal dengan jelas dan pasti mengatakan bahwa yang berbahagia adalah orang yang berpegang pada ketetapan atau peraturan Firman Tuhan.
Firman Tuhan adalah standar Allah yang mengatur siklus kehidupan manusia. Tanpa Firman Tuhan, manusia menjadi liar, tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi orang yang berakar dan bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan akan tertib hidupnya, mau mendengar dan mengerti pengajaran/nasehat, sopan dalam bicara dan tidak omong kosong, penurut, tidak bertindak bodoh, tidak salah mendidik artinya tegas dan berdisiplin, dapat mengontrol emosi, setia dalam mengandalkan Tuhan di dalam segala hidup yang dianugerahkan-Nya.
Keluargaku yang dikasihi dan diberkati Tuhan, ayo, mari terus berusaha meraih dan memelihara kebahagiaan kita, dengan hidup taat dan setia melakukan apa kata Tuhan melalui kebenaran Firman yang kita renungkan hari ini. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Doa: Bapa di Sorga, terima kasih atas Firman-Mu. Mampukan kami melestarikan pola hidup bahagia menurut kehendak-Mu. Amin.