RHK Jumat, 3 April 2015

0
2668

Solidaritas Keliru Dalam Kehambaan Sejati

Markus 15:26-28

             Dalam era demokrasi sekarang ini, siapapun terbuka dan bebas, berdaulat untuk mengajuhkan pendapat maupun berbuat sesuatu, termasuk di dalamnya menyatakan solidaritasnya untuk mengambil bagian terhadap sesuatu. Namun ketika solidaritas itu dilakukan secara keliru, maka kesejatiannya menjadi sirna.

            Hari ini, ketika kita umat Kristiani secara khusyuk memperingati kematian Yesus Krristus, maka melalui pembacaan Alkitab ini, maka kita pun sekeluarga diperhadapkan dengan suatu kekeliruan pemahaman dalam solidaritas kehambaan Yesus yang sejati, ketika menjalani sengsara dan dan mati tersalib di bukit Golgota. Betapa tidak, sebab menurut pemahaman mereka bahwa Yesus yang disalib, bersama-sama dengan dua orang penyamun, karena bersalah melakukan kejahatan dalam kapasitas sebagai Raja orang Yahudi, yang menentang kekuasaan Romawi. Mereka menyamakan Yesus sebagai raja dunia yang kalah dan takluk menerima hukuman dengan cara tersalib karena kejahatan-Nya, menentang pemerintahan. Padahal sejatinya, Yesus adalah Raja Sorgawi yang datang ke dunia untuk menebus dan membebaskan umat manusia dari belenggu dosa dan kedurhakaan umat manusia serta berkorban untuk keselamatan kekal yang disediakan bagi manusia

            Memahami misi kehambaan sejati dari Yesus dalam karya selamat-Nya melalui kematian-Nya di kayu salib, maka kita sebagai keluarga termotivasi untuk tidak keliru dalam menanggapinya, melainkan sejatinya kita semua bertobat dan berbalik kepada Tuhan, untuk tidak melakukan kejahatan dosa dan durhaka di hadapan Tuhan. Kita hendaknya menyatakan solidaritas kita yang benar, yaitu mengambil bagian dalam karya selamat Allah, melalui upaya-upaya kita membebaskan sesama kita yang terbelenggu oleh dosa dan perbuatan durhaka, untuk beralih kepada kehidupan sorgawi, di dunia ini. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, di hari peringatan kematian-Mu di kayu salib, kami mengakui bahwa dosa dan perbuatan kamilah, sehingga Engkau menderita sengsara bahkan mati di kayu salib. Karuniakanlah kami pengampunan dan pembaharuan, agar kami sekeluarga dilayakkan menyatakan solidaritas kami secara benar, mengambil bagian dalam karya keselamatan-Mu bagi pembebasan belenggu dosa dan kedurhakaan, bagi sesama kami sehingga merekapun dilayakkan untuk menikmati kehidupan sorgawi. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here