RHK Jumat, 6 Mei 2016

0
1537

Sentuhan Spiritualitas yang Menguatkan

Kisah Para Rasul 3:7,8

Lumpuh diartikan tidak berdaya atau lemah sehingga menghalangi seseorang untuk beraktivitas. Kata ini memiliki arti denotasi (sebenarnya) dan konotasi (makna). Di sekitar kita banyak orang yang mengalami kelumpuhan hidup, baik fisik maupun psikis, jasmani maupun rohani, ekonomi dan sosial.  Tidak hanya pribadi tapi juga persekutuan. Kita juga sering mengalami kelumpuhan karena situasi dan kondisi seperti misalnya banjir dll. Banjir tidak hanya melumpuhkan aktivitas, memacetkan kendaraan tapi juga  melumpuhkan ekonomi. Oleh karena itu, segala bentuk kelumpuhan harus dipulihkan, tidak boleh dibiarkan menjadi penghambat segala aktivitas kehidupan.

Petrus memegang tangan kanan orang lumpuh untuk menopang dia agar dapat berdiri tegak dan berjalan. Sentuhan “spiritualitas” ini bukanlah suatu transfer kekuatan melainkan suatu tindakan kasih sebagai bentuk empati yang memberikan dorongan bahwa orang lumpuh itu bisa berjalan  kalau beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dalam kehidupan berkeluarga kita membutuhkan sentuhan seperti ini; suatu bentuk penguatan dan topangan orang tua kepada anaknya, suami kepada isteri, kakak kepada adiknya atau sebaliknya. Pengajaran iman tidak hanya melalui kata-kata saja tetapi juga melalui tindakan. Pelukan dan sentuhan ringan yang hangat akan dapat menenangkan hati yang gelisah, ketakutan dan kekuatiran.

Seorang bayi yang menangis akan merasa aman dan terlindungi dalam pelukan ibunya. Seperti itulah yang harus kita lakukan yaitu dengan memberikan topangan maksimal kepada anggota keluarga kita supaya mereka dikasihi, dihargai, bahagia, aman, kuat dan terlindungi. Amin.

Doa: Tuhan ajarkanlah kami untuk memberikan sentuhan kasih dan kehangatan bagi anggota keluarga kami agar dapat mengalami ketenangan dan kebahagiaan untuk bangkit dan berjuang dalam kehidupan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here