RHK Kamis, 12 Mei 2016

0
1773

Mengubah Komunikasi Yang Kacau Balau

Kejadian 11:7 

Cara berkomunikasi yang baik akan menentukan relasi dengan orang lain. Komunikasi yang sifatnya mementingkan diri, arogan, sombong dan kasar akan mengakibatkan relasi kita dengan orang lain terganggu dan pesan yang disampaikan akan sulit diterima.  Pokoknya segala sesuatu yang sifatnya tidak seirama dengan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan sering mengacaukan dan menimbulkan salah pengertian (mis understanding) ini adalah salah satu kondisi yang membuat kita tidak nyaman dan mau memberontak.

Bacaan ini menjelaskan bagaimana Tuhan mengacaukan bahasa umat yang tinggal di kota Babel yang sementara melakukan pembangunan menara Babel; sebagai icon (symbol) kemasyuran kota itu. Bangunan yang prestisius seperti itu sebenarnya tidak bermasalah, yang disoalkan adalah motivasi untuk menjaga eksklusivitas agar tetap bersatu, tidak terserak dan menutup diri terhadap orang lain. Hal ini juga didasari pada kesombongan dan keangkuhan manusia. Akibatnya Tuhan menghukum manusia yang sombong dengan mengacaukan bahasa mereka, sehingga rencana membangun menara setinggi langit tidak terselesaikan.

Supaya komunikasi di antara keluarga dapat terjalin dengan baik, maka cerita ini menjadi pengajaran yang berharga agar tidak terjebak pada komunikasi yang kacau balau. Membangun komunikasi yang baik dimulai dengan sikap yang rendah hati, jujur dan terbuka menerima pendapat semua anggota keluarga.  Karena itu bangunlah komunikasi yang benar di antara keluarga kita supaya sehati dan sejiwa, seperasaan dan sepenanggungan. Amin.

Doa: Ya Tuhan ajarilah kami untuk membangun kamunikasi yang baik dalam keluarga dengan sikap yang rendah hati dan mau menerima pendapat di antara kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here