RHK Kamis, 13 Maret 2014

0
1197

Tidak Mempersalahkan

Ayub 1 : 22

Sifat suka mempersalahkan pihak lain saat menderita menjadi kebiasaan banyak orang. Ada ang menganggap dengan mempersalahkan pihak lain penderitaan berkurang. Tetapi spiritualitas kristiani berbeda dengan itu. Sikap Ayub, menjadi contoh bagaimana menyikapi penderitaan. Walaupun begitu gampang dan cepat untuk menimpakan kesalahan kepada pihak lain, tapi Ayub tidak menempuh cara itu. Orang Israel pernah terjebak menempuh cara ini. Ketika mereka keluar dari Mesir dan tiba di tepi laut Teberau mereka menjadi takut karena didepan ada laut dan dibelakang ada tentara Mesir, Israel dalam posisi “maju kena, mudur kena”. Dalam posisi sulit dan terjepit serta terancam, mereka mulai mempersalahkan Musa dengan berkata “apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini ?” (kel 14:11). Tuhan tidak suka dengan sikap suka mempersalahkan orang lain, sebab jika terbiasa untuk mempersalahkan Tuhan. ketika berada di kayu salib dalam memikul penderitaan yang berat Tuhan Yesus memberi contoh sikap yang tidak suka mempersalahkan orang lain ketika Ia berdao “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Dalam keluarga; suami-isteri, orang tua dan anak-anak akan hidup dalam harmoni (keselarasan) sejati bila saling meringankan beban untuk saling mempersalahkan. Amin

Doa : Tuhan hindarkanlah kami dari sikap yang suka mempersalahkan orang lain. Bentuklah kami untuk saling mengampuni dan memikul penderitaan sesama dengan tulus ikhlas. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here