RHK Kamis, 13 Oktober 2016

0
1689

Tanggung jawab Iman dalam Jabatan

 Yesaya 22:22-23

Bila perkenanan Tuhan berlaku maka tidak akan ada kekuatan lain yang dapat menghalangi apalagi menghan-curkannya. Sebab bila Tuhan berkehendak bagi orang yang dikasihi-Nya maka segala sesuatu dijadikan-Nya sempurna. Penunjukan jabatan kepada Elyakim bin Hilkia sebagai Kepala Istana kerajaan tidaklah keliru, sebab Tuhan mem-berkati dia dengan kekuasaan Tuhan. Dengan “menaruh kunci rumah ke atas bahu” itu berarti kepercayaan Tuhan bagi Elyakim teruji dan berkenan. Kepercayaan memangku jabatan bila kita terima sebagai anugerah dari Tuhan maka apapun tugas dan pekerjaan kita akan terasa ringan di pundak (bahu) walau berat dan banyak tekanan. Sebab apa yang Elyakim “buka tidak ada yang dapat menutupnya” atau apabila dia “menutup tidak ada yang membukanya”, artinya kepercayaan Tuhan menduduki jabatan diikuti dengan perlindungan-Nya.

Bila kita mendapatkan  jabatan yang kita miliki, kita tidak akan gentar menghadapi persoalan oleh karena kepercayaan itu. Bagaikan gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh, tidak akan terlepas. Bahwa jabatan kita tidak akan tergantikan oleh karena godaan kekuasaan dan kerasukan kekayaan. Jabatan yang terikat oleh kekuatan Tuhan ini adalah jabatan yang disertai tanggung jawab iman. Sebab bila kita benar memahaminya  itu bagaikan “kursi kemuliaan” bagi kaum keluarga kita. Maksudnya meng-gunakan jabatan dengan baik maka itu akan menjadi penghormatan bagi kaum keluarga. Amin. 

Doa: Jadikanlah jabatan yang Engkau anugerahkan sebagai tanggung jawab iman, sehingga jabatan yang diemban dapat dirasakan baik oleh orang lain. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here