RHK Kamis, 18 Juni 2015

0
1964

Karya Pendamaian

Kolose 1:20

Dulu, para imam mengorbankan seekor hewan dan memercikkan darahnya pada tutup peti pendamaian untuk menghapus dosa-dosa umat Israel (Imamat 16:14-16). Begitu lama ini harus dilangsungkan sebagai syarat pengampunan dosa. Hingga suatu saat Allah sendiri yang melaksanakan pengorbanan ini oleh darah putera-Nya. Yesus mati di kayu salib untuk mengalahkan kematian, sehingga semua orang “dibenarkan” atau diterima oleh Allah (Roma 3:25-26, Efesus 1:7). Apa yang dahulunya dilakukan setiap tahun pada Hari Raya Pendamaian telah disempurnakan dalam karya agung pengorbanan Kristus di kayu salib. Tuhan Yesus rela menderita demi keselamatan manusia.

Di tengah keluarga kita adakah yang menjadi juru kunci untuk menjadi pendamai? Semua anggota keluarga bisa menjadi pendamai. Tidak hanya orang tua tapi juga anak-anak. Suasana damai bukan hanya tanggung jawab satu orang dalam keluarga. Semua harus mengupayakannya.

Di tengah keluarga kita siapa yang paling rela berkorban? Apakah orang tua? Atau anak-anak? Tuhan menghadirkan keluarga kita bukan hanya mencari kesenangan sendiri tetapi kesenangan orang lain juga dalam hal saling menopang, bahu membahu menyelesaikan masalah, agar semua merasa senang.

Mari kita meneladani Kristus untuk melakukan karya pendamaian, di mana pun kita berada. Amin.

Doa: Ya Tuhan kami masing-masing dalam keluarga ini ingin hidup dalam pendamaian dengan menjadi pendamai. Mampukanlah kami Tuhan mewujudkan karya pendamaian-Mu itu di tengah keluarga pun bagi tetangga dan orang-orang lain di luar rumah kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here