RHK Kamis, 22 September 2016

0
1502

Kebenaran dan Kemurahan Hati

 Matius 5:6-7

            Seorang pekerja di tanah Kanaan zaman dahulu tidak mungkin hidup berlebihan, juga tidak mungkin makan makanan yang penuh dengan gizi. Keadaan mereka kira-kira ada di antara kekurangan makan dan kelaparan. Demikian juga dengan air yang bersih untuk keperluan sehari-hari. Untuk mengambil air orang menempuh perjalanan yang jauh melalui jalan yang panas dan berdebu bahkan kadang-kadang disertai oleh angin panas dan kencang.

            Lapar dan haus yang dimaksud dalam bacaan kita tidak sekedar lapar dan haus yang biasa, tetapi kelaparan dan kehausan yang dibicarakan di dalam ungkapan “Berba-hagialah” ini adalah kelaparan yang sudah mencekam, ber-larut-larut dan menyengsarakan, yang tidak hanya diobati dengan makanan dan minuman. Tetapi hanya dapat dipuas-kan dengan kebenaran dan kemurahan dari Allah.

            Keluarga yang hidup dalam kebenaran Allah selalu memiliki hati yang tulus dalam memperhatikan dan mem-bantu sesama yang membutuhkan. Tidak hanya bersimpati tetapi berempati. Inilah yang dicontohkan oleh Yesus, yang bermurah hati menebus dosa umat manusia yang percaya kepada-Nya. Amin.

Doa: Tuhan Yesus yang Maha pengasih, Engkaulah sumber hidup kami, puaskan kami selalu dengan Firman kebenaran dan kemurahan-Mu. Mampukan kami untuk memperhatikan serta menolong sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here