RHK Kamis, 3 Maret 2016

0
1770

Tidak Takut Terhadap Tentangan

Wahyu 2:10a

Penderitaan, dalam bentuk apapun itu memang tidak menyenangkan. Setiap orang sedapat mungkin menghindari penderitaan. Penderitaan mungkin terjadi akibat kelalaian sendiri, akibat perbuatan orang lain, sakit penyakit, bencana alam, dll. Penderitaan dapat menyebabkan orang menjadi goyah dalam iman.Dan memang penderitaan adalah alat iblis untuk merampas iman. Cerita Ayub menjadi contoh pekerjaan iblis yang mau meruntuhkan iman. Tapi siapakah yang dapat menolak penderitaan?

Alkitab mengungkapkan bahwa sejak manusia jatuh kedalam dosa, maka penderitaan sudah menjadi bagian hidupnya. Hidup beriman bukanlah jaminan untuk tidak menderita. Perlu ditegaskan bahwa penderitaan sudah menjadi bagian hidup manusia, tapi bagi orang percaya, penderitaan tidak dapat merampas keselamatan yang Tuhan anugerahkan.

Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Perhatikan kata harus, menunjukkan jalan penderitaan bagi semua orang. Keharusan menderita merupakan akibat dari dosa yang diwarisi sejak manusia pertama. Penderitaan manusia adalah penggenapan dari firman Allah akibat dosa yang tidak dapat dibatalkan (Kejadian 3). Inilah bukti dari kesetiaan Allah terhadap janji-Nya – baik itu penghukuman, maupun janji keselamatan.

Akan tetapi syukur bagi orang percaya bahwa kita bukan saja mewarisi hukuman tetapi juga janji keselamatan sehingga penderitaan dalam dunia tidaklah membatalkan jan-ji-Nya. Kita bersyukur sebab kita mewarisi mahkota kehidupan kekal sebagai anugerah Kristus bagi semua orang percaya. Amin.

Doa: Ya Tuhan anugerahkan kami Roh hikmat, kuatkan kami menghadapi tantangan apapun, hendaknya damai sejahtera-Mu berkuasa atas kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here