RHK Kamis, 7 Mei 2015

0
2428

Menyangkal Diri untuk Melayani Sesama

1 Korintus 9:19

Angkuh, iri, dengki, sombong, dan egois merupakan sifat-sifat manusia yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain, apalagi jika terbawa oleh perasaan memiliki jabatan/kedudukan, harta/materi. Sifat-sifat seperti ini juga melekat pada kita orang percaya, pun orang percaya yang dipercayakan Tuhan melayani orang lain, orang yang diurapi. Jika tidak ada pertobatan dan penyangkalan diri maka sifat-sifat ini menjadi batu sandungan yang besar dalam hidup melayani dan memenangkan orang lain.

Bacaan hari ini menjelaskan bagaimana Rasul Paulus mengidentikkan dirinya sebagai teladan dalam prinsip penyangkalan diri demi kepentingan orang lain. Ia melepaskan haknya demi keyakinan orang lain (=melepaskan hak bebas untuk menjadi hamba bagi semua orang; melepaskan hak kerasulan), agar tidak membatasi pelayanannya ataupun menghambat Injil (1 Korintus 9:12).

Dalam keluarga, orang tua sulit melepaskan diri dari hak memerintah, berkuasa terhadap anak-anak sehingga anak-anak tidak bebas mengemukakan pendapat, anak-anak tidak memiliki kedekatan emosi dengan orang tua. Sebagai orang yang diberi jabatan/kedudukan dalam pemerintahan, organisasi/lembaga, perusahaan kita sulit melepaskan diri dari hak memerintah/berkuasa terhadap staf/karyawan/bawahan kita sehingga memunculkan keangkuhan, kesombongan, tidak menjadi berkat bagi orang lain padahal Tuhan Yesus sudah memberkati melalui jabatan/kedudukan. Sebagai pelayan dan pelayan khusus sulit mau menyangkal diri menjadi hamba Tuhan yang rendah hati, mengasihi bagi yang dilayani dan bagi orang lain, sehingga membatasi pelayanan bahkan menjadi batu sandungan yang menghambat pertumbuhan Injil.

Belajar dari pengalaman iman dan perbuatan Rasul Paulus, mari kita perbaiki apa yang perlu diperbaiki, kita bertobat selagi nafas hidup masih Tuhan berikan sehingga kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Amin. 

Doa: Ya Tuhan jadikanlah kami sebagai pelayan-Mu yang mampu mempertanggungjawabkan kesempatan berkuasa/ memerintah, melayani demi memuliakan nama-Nya dengan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here