RHK Minggu, 16 Oktober 2016

0
1803

Hidup yang Berserah Kepada Allah

 Yeremia 12:1-4

Menurut kita kira-kira apa yang akan terjadi jika sebuah balon kita tiup terus menerus tanpa henti? Pasti kita akan berkata bahwa balon itu akan meledak! Hal itu terjadi karena tekanan angin yang begitu banyak tidak dapat lagi ditampung oleh balon tersebut.

Yeremia memang bukan sebuah balon, namun kondisi perasaan Yeremia sama seperti balon. Tekanan demi tekanan terus datang menekan hidupnya, sehingga dia pun tak kuasa menahan penderitaan itu. Dan sebagai reaksi atas besarnya tekanan penderitaan yang ia hadapi, nabi Yeremia akhirnya melepaskan beban tersebut kepada Tuhan sebagai bentuk kekecewaannya, tapi sekaligus sebagai bentuk per-mohonannya. Yeremia walaupun sebagai seorang nabi tapi dia pun ternyata sudah tidak bisa menahan pergumulan. Karena itu pergumulannya ia lepaskan, tetapi ia lepaskan kepada Tuhan. Bukankah Tuhan Yesus pernah berfirman “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Sikap Yeremia ini kiranya menjadi contoh bagi orang percaya termasuk keluarga kristen dalam menghadapi ber-bagai tekanan dalam keluarga, kerja maupun pelayanan. Kemungkinan ada dalam berbagai masalah pasti akan terjadi dan tentu kita harus mampu mengatasi berbagai masalah tersebut. Cara Yeremia sepertinya sangat tepat bagi setiap keluarga kristen untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyerahkan semua kepada Tuhan, sebab hanya Tuhan satu-satunya yang dapat menolong kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan kuatkanlah keluarga kami untuk selalu menjadikan Tuhan tempat kami membawa dan mencurahkan segala beban dan pergumulan kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here