RHK Minggu, 23 Oktober 2016

0
1499

Jati Diri yang Kudus

 1 Korintus 1:1

Seringkali dilakukan dalam acara syukuran perkawinan ada seseorang yang dipercayakan untuk menyampaikan sambutan. Biasanya sebelum maksud utama disampaikan diawali dengan perkenalan singkat tentang dirinya sendiri, supaya yang men-dengar dapat mengetahui siapa dirinya dan apa hubungan de-ngan yang bersyukur. Dengan metode demikian akan memper-mudah memahami maksud yang disampaikan.

Hal yang hampir sama, sudah dilakukan oleh rasul Paulus ketika mengawali pelayanannya di kota Korintus. Paulus terlebih dahulu memperkenalkan dirinya kepada jemaat bahwa ia adalah rasul (orang yang diutus), dipanggil dan diberikan wewenang atau tugas oleh Yesus Kristus untuk menjadi saksi-Nya. Paulus dipanggil menjadi rasul menurut kehendak Allah (1:1) bukan rasul yang mengangkat dirinya sendiri atau melalui perantara orang (band. Kis.13:3).

Sebagai keluarga Kristen kita perlu menyatakan jatidiri kita sebagai pengikut Kristus dengan mengembangkan pikiran-pikiran yang bersifat positif dan menghindarkan diri dari pikiran yang mengandung kecurigaan termasuk merancang kejahatan; juga kita perlu membiasakan diri dengan memperkatakan yang benar bukan yang buruk seperti caci maki, saling memfitnah, men-ceritakan hal yang jelek; dan perbuatan yang merugikan orang lain seperti kekerasan dalam rumah tangga. Amin. 

Doa: Ya Tuhan Yesus berilah kami kepekaan untuk menjaga jatidiri kami sebagai keluarga Kristen sehingga dapat menjaga kekudusan baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here