RHK Minggu, 7 Februari 2016

0
1542

Kepada Allah Yang Tidak Dikenal

Kisah Para Rasul 17:22-23

            Setiap relasi apapun bentuknya, selalu dimulai dengan saling mengenal. Langkah ini penting karena pada tahapan inilah kelanjutan hubungan itu ditentukan. Membangun hu-bungan dengan yang tidak dikenal bukan saja dapat meru-gikan tetapi membahayakan. Hubungan yang tidak saling mengenal bukanlah hubungan. Dalam hubungan seperti ini, kecenderungan gagal berkomunikasi pasti terjadi. Sebab itu tidak salah jika ada ungkapan yang mengatakan “tidak dike-nal tidak disayang”. Sebab bagaimana mungkin mengasihi yang tidak dikenal. Karena itu kita tentu heran dengan orang atena yang membangun mezbah kepada Allah yang tidak dikenal.

            Namun rupanya orang atena yang percaya pada banyak dewa tidak sungguh sungguh membangun mezbah itu terutama untuk menyembah yang tidak dikenal melainkan lebih merupakan tindakan preventif/pencegahan kalau kalau dari semua dewa yang telah coba mereka sembah ada yang terlewati maka mezbah kepada Allah yang tidak dikenal dengan sendirinya diperuntukkan kepada Allah itu. Karenanya yang tidak dikenal ini tidak pernah disembah secara benar. Sebab itu Paulus memakai mezbah kepada Allah yang tidak dikenal sebagai media pemberitaannya dengan memberi identitas yang jelas kepada yang tidak dikenal itu. Keluarga yang diberkati Tuhan dengan demikian lewat bagian ini, kita diingatkan supaya dalam relasi dengan Tuhan kitapun sungguh sungguh berusaha mengenal Dia yang kita percaya, sehingga penyembahan kita kepada-Nya mempermuliakan dan menyenangkan hati-Nya. Amin.

Doa: Terpujilah Engkau ya Bapa di Sorga yang telah me-nyatakan diri di dalam Yesus Kristus sehingga kami mengenal Engkau. Tolonglah kami untuk melakukan kehendak-Mu sebagai orang-orang yang mengenal-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here