RHK – Rabu, 19 September 2012

0
1192

Ketika Garam Tak Lagi Asin
“]ika garam itu menjadi tawar, dengan apakah Ia diasinkan?” -Matius 5:13b

Apa jadinya bila gereja sudah tidak punya makna bagi umat dan sudah tidak terasa kehadirannya bagi masyarakat? Umat masuk gereja hanya karena ada gedungnya dan masyarakat melihat Gereja hanya karena ada gedungya juga. Kalau Gereja sudah tidak ada pengaruh, maka Gereja itu sudah mati, umatnya sudah lama mati, apalagi pelayannya sudah berkali-kali mati. Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Tidak berguna dan terhina. Siapa itu Gereja? Lagu anak-anak kita di Sekolah Minggu, “Gereja bukanlah gedungnya dan bukan pula menaranya, bukalah pintunya, lihat di dalamnya Gereja adalah orangnya”. Keluarga kita, mama-papa, oma-opa, anak-anak itulah Gereja. Kalau keluarga kita tidak bisa jadi contoh yang baik dan teladan bagi orang lain, maka Tuhan Yesus akan membuang kita. Kalau keluarga kita tidak bisa jadi contoh yang baik dan teladan bagi orang lain maka orang akan menghina kita. Mau keluarga kita dibuang? Mau keluarga kita dihina? Pasti kita tidak mau. Karena itu, mari kita  berjuang untuk menjaga agar hidup kita tetap jadi contoh yang baik dan teladan bagi orang lain. Amin.

 

Doa: Tuhan Yesus, ajar kami untuk hidup selalu dekat dengan Engkau karena itulah yang terbaik dan terindah dalam hidup ini. Kalau kami cenderung menjadi tawar, tegur dan ingatkan kami, kalau kami hampir-hampir kehilangan kasih, banyak marah, jarang bercakap-cakap satu dengan yang lain, terlalu sibuk, banyak alasan untuk tidak beribadah, tegur dan ingatkanlah kami. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here