Berbahagialah Orang yang Murah Hati
Matius 5:5
Pembacaan kita hari ini berkata: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi”. Apakah yang dimaksud dengan kata murah hati? Aristoteles mengutarakan makna atau mutu dari lemah lembut, yaitu menerangkan nilai-nilai kehidupan adalah dengan memper-tentangkan dua pendapat atau pengertian yang ekstrim. Dika-takannya, di antara kelebihan dan kekurangan terdapat nilai tengah atau baik, yaitu jalan tengah yang menggembirakan. Contoh: sikap yang ekstrim pemboros dan kikir. Di antara sikap itulah terdapat sikap murah hati.
Praotes atau lemah lembut adalah sikap tengah yang selalu gembira, yaitu sikap di antara ekstrim terlalu banyak marah dan ekstrim terlalu sedikit marah. Berbahagialah orang yang murah hati berarti juga: “Berbahagialah orang yang selalu marah tepat waktunya dan tidak pernah marah pada waktu yang salah”.
Tuhan menghendaki kita benar-benar ada kerendahan diri yang tulus, yang menghilangkan dan menghapuskan segala kebanggan diri. Tanpa kerendahan hati maka tidak ada hal yang dapat kita sebut kasih, karena permulaan kasih adalah perasaan yang menganggap diri sendiri tidak mempunyai harga apa-apa. Lemah lembut menunjuk kesediaan menerima kenyataan bahwa kita selalu perlu belajar dan perlu memaafkan dan dimaafkan.
Keluarga kita diajak untuk selalu bersikap lemah lembut supaya dapat mewarisi bumi. Biarlah kita menyerahkan diri kepada pengendalian Allah secara sempurna. Amin.
Doa: Tuhan, ajarlah dan mampukan kami memiliki kelemah lembutan yang berasal dari pada-Mu dan selalu dalam pengen-dalian-Mu. Amin.