RHK Rabu, 22 Juni 2016

0
2260

Menjadi Orang Bijaksana 

Amsal 9:7-9

          Sikap yang tertutup dan tak mau ditegur, menolak kritik, nasehat serta koreksi merupakan cermin kehidupan yang tidak baik dan menjengkelkan. Sikap suka membantah adalah perwu-judan dari sikap yang keras hati dan keras kepala. Dalam kenya-taan hidup sehari-hari prilaku ini ada dimana-mana termasuk di dalam keluarga. Ironisnya karakter ini tidak hanya diperankan oleh orang-orang yang masih muda, kurang berpendidikan atau tidak berpendidikan tetapi juga seringkali oleh orang-orang yang berpendidikan bahkan berpendidikan tinggi. Perilaku semacam ini tentu saja tak boleh dibiarkan karena berbahaya menularkan rasa kecewa dan frustasi, hilangnya saling menghargai dan saling percaya dan merusak hubungan yang rukun.

          Keluarga Kristen yang berbahagia, pembacaan hari ini memperlihatkan perilaku pencemooh/fasik sebagai “sosok orang-orang sulit” (SOS), yang tidak mau dikoreksi dan dididik. Sebagai orang beriman, kita diajak oleh Tuhan untuk membuka diri menerima pengajaran menjadi pribadi yang bijaksana, memiliki mental yang kuat, mengasihi dan sabar. Itulah ciri khas orang bijaksana. Orang orang fasik dan pencemooh mungkin akan tetap ada. Sebagai orang bijaksana kita tidak perlu merasa terbeban, jika tak bisa mengubah perilaku orang-orang sulit, sebaliknya kita harus merasa terbeban jika tidak bisa mengubah diri kita sendiri. Orang orang sulit mungkin akan tetap ada sebagai pembuktian terbalik karakter kita, sekaligus mengingatkan kita bahwa, sebesar apapun keinginan-keinginan kita untuk melakukan yang baik, namun ada lebih banyak perkara yang hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan. Itu berarti bahwa kita tidak berhak membenci mereka tapi lebih baik mendoakan mereka. Amin.

Doa: Ya Tuhan berilah kiranya kami hikmat untuk terus bertum-buh dalam pengenalan akan kehendak-Mu dan ajarkan kami untuk menerima yang tidak dapat kami ubah. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here