Jangan Memilih Jalan Kejahatan

Markus 15:6-9

Tidak kurang dari seminggu sebelumnya, hampir selu-ruh penduduk Yerusalem mengelu-elukan Yesus. Mereka berteriak kagum dan bangga ketika “Sang Mesias” masuk ke Yerusalem. Namun keadaan cepat berubah. Di dalam hati manusia selalu ada kecenderungan untuk membenci keda-maian dan persaudaraan, hukum dan ketertiban.

Pilatus berpikir bahwa dia bisa dengan aman meng-alihkan permohonan dari para imam kepada orang banyak dengan harapan bahwa mereka akan merasa bangga untuk menyelamatkan Yesus dari tangan para imam, seperti beberapa hari sebelumnya. Ia masih sempat mengharapkan bahwa orang banyak akan membebaskan Yesus dan  karena itu ia bertanya “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini? Tidak inginkah kalian agar Ia juga dibebaskan?” (ay. 9). Namun Pilatus ternyata keliru karena ternyata orang banyak justru memilih Barabas.

Situasi demokrasi dan keterbukaan di tengah kehi-dupan masyarakat Indonesia, juga terkadang membuahkan kelompok masa yang tersulut karena hasutan para provokator. Keluarga-keluarga Kristen harus semakin mawas diri dan membangun iman yang kokoh, jangan sampai terjerumus memilih jalan yang salah dan jahat dan kemudian mem-belakangi Kristus. Amin.

Doa: Bapa sorgawi, kuatkanlah keluarga kami agar tidak tergoda atas segala hasutan untuk meninggalkan Kristus, sebagai TUHAN dan Juruselamat kami. RohMulah yang akan menguatkan dan mengokohkan langkah kami, agar kami tidak memilih “jalan kejahatan” tetapi lebih memilih “jalan keselamatan”. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top