RHK Rabu, 26 Agustus 2015

0
2161

Pertobatan dan Menghargai Hidup Sesama

2 Tawarikh 15:4-5 

Bertobatlah dan balik pada Bapa, Dia tunggu kau dengan kesetiaan-Nya ini adalah sepenggal syair lagu yang mengajak manusia mengintrospeksi diri. Sering dalam kegem-biraan kita melupakan Tuhan, kalaupun kita ingat terkadang hanya sebutan ungkapan kata semata. Disaat sukses, kita merasa mampu mengerjakan segala sesuatu, dan demi kesuk-sesan terkadang kita melupakan hakikat hidup sosial, bahwa di sekitar kita ada orang lain. Karena situasi bisa saja terbalik misalnya ketika rumah kita terbakar akibat gas bocor atau arus pendek listrik, ketika itu kita bergumul; dengan menangis kita datang kepada Tuhan, kita mencari sesama manusia untuk meminta pertolongan.

Tetapi syukur kepada Allah, Dia tetap membuka pintu bagi yang mau bertobat. Ia berkenan ditemui karena Allah pun menghargai kita manusia, Ia tidak mau manusia terkungkung dalam dosa. Ia datang menebus dosa kita. Kasih Allah yang tidak terbatas ini sudah dinyatakan dalam diri Kristus.

Pertobatan menjadi pintu masuk untuk kita membarui hidup guna menghadirkan kedamaian dengan sesama. Kita gereja terpanggil melakukan hal ini. Amin.

Doa: Ya Allah, kami mengaku bahwa hidup kami diliputi oleh dosa. Kami sering mengikuti kata hati kami dan melupakan Engkau, sehingga kami  membuat orang lain hidup dalam pergumulan. Ampunilah dan ajarlah kami untuk bertobat dan menghargai sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here