RHK Rabu,1 April 2015

0
1830

Sesat Seperti Domba Berdampak Pada Kehambaan Teraniaya dan Terhukum

Yesaya 53:6-8

             Bagaimana rasanya jika kita tersesat. Walaupun itu mungkin belum pernah alami, selain membaca dari surat kabar maupun melihat dari televisi, seperti para pendaki gunung yang tersesat di hutan pendakian, itupun telah menyebabkan hati kita merasa takut dan prihatin dengan keadaan mereka, yang mungkin terus tersesat bahkan mati diterkam hewan buas.

Pembacaan Alkitab kita hari ini menampilkan keadaan umat Tuhan yang digambarkan sebagai domba yang tersesat karena suka mengikuti jalannya sendiri atau berjalan dalam kehidupan penuh dosa dan pemberontakan kepada Tuhan Allah. Domba itu (yaitu umat Tuhan) menjadi tersesat karena tidak mengikuti dan mentaati perintah-perintah Tuhan. Untuk itu kejahatan dan dosa para domba akan ditimpahkan dan dilimpahkan Tuhan kepada Yesus Kristus. Pada waktu itu Dia sebagai Domba dengan rela dan tidak memberontak menerima semua penderitaan dan sengsara, akibat kejahatan dan dosa umat manusia dan tanpa keluhan sedikitpun keluar dari mulut-Nya. Itupun sama dengan induk domba ketika semua bulunya dibabat habis. Ironisnya umat sebagai domba-domba sesat yang kelak ditebus dosa-dosa dan kejahatannya lupa dan mengambaikan upaya penyelamatan melalui penderitaan dan sengsara dalam kerelaan dari Domba dalam kehidupan.

   Kita sebagai keluarga tidak jarang berjalan dan hidup dalam kejahatan dan dosa, sehingga menjadi bagaikan domba yang tersesat. Untuk itu kitapun dingatkan agar tidak melupakan kerelaan berkorban dari Anak Domba yaitu Yesus Kristus, untuk keselamatan kita manusia. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau telah rela menderita sengsara bahkan tersalib untuk menebus dosa-dosa dan kesalahan kami sebagai domba-domba sesat. Mampukan kami untuk berjalan pada kehendak-Mu dan relakanlah kami untuk berkorban bagi sesama kami yang hidup dalam penderitaan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here