Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati

Kejadian 50:21

“Kata-kata yang menyejukan hati, laksana tetesan air saat dahaga di padang tandus”. Ungkapan ini menggambarkan betapa dalamnya makna setiap ucapan. Dalam realitas kehidupan memang sering dijumpai berbagai akibat yang terjadi disebabkan oleh  kata-kata yang diucapkan seseorang. Ada kata-kata yang positif lemah lembut, sopan, yang memberi semangat, menghibur, menguatkan, menenangkan hati,  mendidik, tapi juga ada kata-kata atau ungkapan yang negatif, yang kasar, tidak santun/sembrono, mematahkan semangat, mendukakan, merisaukan hati dan tidak mendidik. Sekalipun sering kita mendengar orang berkata bahwa “Perbuatan lebih nyaring bersuara daripada berkata-kata” atau “satu tindakan nyata lebih bermakna dari seribu kata”, itu betul, tapi setiap kata atau ungkapan yang kita sampaikan juga memberi pengaruh besar, memberi dampak positif atau negatif dalam kehidupan. Bukankah ada banyak perbuatan baik yang sebenarnya berawal dari kata-kata yang baik sebaliknya ada perbuatan buruk yang bermula dari perkataan yang buruk?

Yusuf mencontohkan kepada kita bagaimana mengung-kapkan kata yang menghibur dan menenangkan hati. Suatu sikap bijaksana dalam bertuturkata. Sepertinya, ia mengetahui kega-lauan hati, rasa takut yang dialami saudara-saudaranya terkait dengan keadaan mereka sesudah kematian Yakup ayah mereka,   karena itu ia mengatakan, “…janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu”. Ungkapan Yusuf ini menggambarkan kepada kita bahwa  prasangka yang selama ini mengganjal dalam hati saudara-saudaranya tidaklah terbukti. Yusuf bukan seorang pendendam yang mau membalas-kan kejahatan dengan kejahatan tetapi seorang yang mengasihi saudara-saudaranya bahkan ia menjaminkan hidup bukan hanya saudara-saudaranya saja tapi juga anak-anak dari saudara-saudaranya itu.

Melalui nas ini kita diajak introspeksi diri, jangan-jangan kita suka mengatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, yang mengacaubalaukan kerukunan dan merusakkan keten-traman hati. Jangan sampai kita menyalahgunakan fasilitas komunikasi yang kita miliki seperti HP, komputer dan sebagainya. Mintalah hikmat Tuhan agar perkataan kita sebagai suami, istri, orang tua, anak, satu dengan yang lain dapat membawa berkat. Amin.

Doa:Ya Tuhan berikanlah kami hikmat akal budi dan kebijaksanaan dalam bertutur kata supaya kami terhindar dari perkataan-perkataan yang mendatangkan perpecahan dan permusuhan. Semoga perkataan-perkataan kami dapat membangun, menghibur, menenangkan hati membawa berkat. Amin.

Scroll to Top