Bersyukur dengan Memberi Persembahan

Ulangan 16:16b-17

Orang percaya memberi karena telah terlebih dahulu menerima segala yang baik dari Tuhan Allah, sehingga dalam bersyukur adalah layak bagi orang percaya membawa per-sembahannya di hadapan Tuhan dan berbagi dengan sesa-manya. Dalam merayakan hari-hari raya ucapan syukurnya, orang Israel juga diminta membawa persembahannya di hadapan Tuhan. Musa berkata, “Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa” (ay. 16b). Segala yang terbaik telah diterima oleh umat Tuhan. Dengan tangan perkasa, Tuhan Allah telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, menuntun mereka berjalan di padang gurun, dan membawa mereka masuk ke tanah perjanjian. Allah pun tidak membiarkan mereka hidup dalam kekurangan sebab Allah melimpahkan hasil alam yang baik kepada umat-Nya. Pemberian Allah inilah yang harus dipakai umat Tuhan untuk bersyukur, termasuk dengan menyatakannya melalui persembahan. Allah pada dasarnya tidak melihat besar dan kecil pemberian persembahan umat-Nya, melainkan melihat jauh ke dalam hati. Umat Tuhan pun dipanggil memberikan persembahannya “sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu” (ay. 17).

          Sebagai orang percaya di masa kini, kita (pribadi atau keluarga) telah diberkati Tuhan dengan segala yang baik dan dipanggil untuk memberikan yang terbaik pula kepada Allah yang terus memberkati kita. Persembahan itu haruslah diberikan dengan hati yang tulus dan sambil mengingat orang-orang di sekitar yang hidup dalam kekurangan. Amin. 

Doa: Tuhan Allah, terima kasih atas segala berkat-Mu. Kami mau bersyukur dengan membawa persembahan kami di hadapan-Mu dengan sukacita dan dengan hati yang rela. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top