RHK Sabtu, 25 Juli 2015

1
2344

Akhir yang Bahagia

Kejadian 45:14-15

Suatu saat setelah selesai menonton sebuah film, maka terlihat para penonton menitikkan air mata, namun mereka terlihat bersukacita. Kenapa? mereka menuturkan bahwa film ini sangat baik. Walaupun ada banyak tantangan dan cobaan tapi berakhir dengan kebahagiaan (“happy ending”). Cerita Yusuf-pun demikian. Walaupun penuh dengan penderitaan namun berakhir dengan kemesraan. Yusuf benar-benar aktor yang hebat. Dia bukan hanya memenangkan perjuangannya, tetapi dia juga memenangkan hati dari saudara-saudaranya. Yusuf mampu mengakhiri segala persoalan dengan saudara-saudaranya bukan dengan permusuhan dan dendam, tapi dengan kasih pengampunan yang besar. Yusuf membuat semua pihak merasa bahagia, luar biasa. Bayangkan kalau setiap keluarga Kristen memiliki sikap kasih seperti Yusuf pasti segala persoalan akan terselesaikan dengan baik. Yusuf sebagai penguasa bisa saja menghukum saudara-saudaranya karena kekejaman mereka. Tapi Yusuf lebih memilih hidup rukun. Tidak ada dendam. Yang ada hanyalah kasih  pengampunan dan kasih yang memaafkan.

Sikap Yusuf ini jika menjadi sikap keluarga Kristen maka segala persoalan pasti teratasi. Tidak akan ada permusuhan, pertentangan apalagi dendam. Yang ada hanyalah kasih suami istri dan kasih anak-anak yang saling memaafkan. Sehingga setiap masalah hidup di tengah keluarga, berakhir dengan bahagia. Dengan demikian hubungan keluarga-keluarga Kristen akan semakin indah dan harmonis. Amin.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami mengakhiri setiap masalah kami dengan kasih yang saling mengampuni supaya kami menjadi bahagia selalu. Amin.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here