RHK Sabtu, 29 Agustus 2015

0
1663

Hidup dalam Kebersamaan

2 Tawarikh 15:9

 Doa Yesus menekankan aspek keutuhan dalam hidup, “supaya mereka semua menjadi satu” (Yoh. 17:21). Tak dapat disangkal bahwa warga gereja sangat berperan dalam mem-bentuk kebersamaan dan solidaritas. GMIM yang melayani di tanah Minahasa meliputi 7 kabupaten/kota mampu mebangun solidaritas di antara berbagai etnik. Untuk hal ini masih banyak yang harus kita kerjakan. Masalah konflik horizontal seakan-akan belum terjawab, antaranya perkelahian, kriminalitas, masalah rumah tangga yang sampai pada perceraian masih mewarnai hidup berjemaat, dll. Belum lagi gesekan antar denominasi gereja kerap masih terjadi.

Raja Asa dalam melaksanakan tugasnya tidak membeda-bedakan antara suku Yehuda atau Efraim (Israel), sekalipun dua suku ini bermusuhan. Kita belajar dari Raja Asa dalam membangun keutuhan umat tidak membeda-bedakan suku.

             Sebagai keluarga Kristen, kita harus menyadari bahwa keutuhan dalam rumah tangga adalah hal yang mutlak tercipta. Keutuhan itu berwujud pada kasih antar anggota keluarga, keutuhan dalam pengakuan iman yang kita hayati dalam GMIM, supaya tidak ada perpecahan penghayatan iman bapak-ibu di GMIM, anak-anak di gereja mana, atau ibu di GMIM, bapak di gereja mana, atau sebaliknya. Keutuhan dalam iman bukanlah membentuk sikap yang eksklusif, tapi dalam keutuhan itulah kita mampu bersama bersaksi. Rumah tangga yang retak menjadi awal suatu pertentangan, yang dapat berdampak di tengah-tengan masyarakat yang akhirnya merampas nilai-nilai keutuhan dan ketentraman. Amin.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami hidup setia dalam iman, jauhkanlah kami dari pertikaian, perpecahan, cobaan dan godaan yang berujung pada ketidaksatuan sebagai satu keluarga. Pakailah hidup kami untuk membangun rumah tangga yang utuh. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here