Peranan Silsilah dalam Keluarga
Matius 1:17
Ada tiga periode pembagian daftar silsilah Yesus Kristus. Empat belas generasi dari periode pertama Abraham sampai Daud, Allah memanggil mereka menjadi umat-Nya dan terbitnya tokoh Daud bagaikan fajar merekah. Empat belas generasi periode kedua, dari Daud sampai pembuangan ke Babel, Allah berjanji meneguhkan kerajaan Daud dan ini merupakan puncak kemasyuran Kerajaan Israel. Empat belas generasi pada periode ketiga Kerajaan Israel mengalami kemerosotan sampai tinggal pada keluarga tukang kayu yang miskin, disinilah Tuhan menggenapi janji-Nya. Kalimat “…Jusuf suami Maria…”, berarti bahwa Maria sungguh perempuan perawan mengandung dari Roh Kudus namun diakui sebagai isteri Jusuf. Maria disebut perempuan atau ibu yang paling berbahagia. Sebaliknya perempuan-perempuan sebelumnya ditulis sebagai berikut: pada ayat 3…’dari Tamar; ayat 5 ‘…dari Rahab…’, ‘…dari Rut…’, ayat 6’…dari isteri Uria…’. Mengapa ? karena mereka bukan perawan lagi namun dipakai Allah untuk melaksanakan karya keselamatan-Nya.
Penuturan daftar silsilah Yesus Kristus disusun sangat rapih sehingga membuat kita tidak sulit memahaminya. Dalam daftar silsilah ini mencantumkan nama keturunan yang baik, saleh tetapi juga jahat dan orang asing. Daftar silsilah ini menjadi contoh yang baik bagi kita bilamana hendak menyusun daftar silsilah keluarga. Marilah kita teruskan teladan iman dari leluhur kita semasa hidup mereka, ubahlah kejahatan menjadi kebaikan dalam perilaku setiap hari dan penuhilah panggilan iman untuk menjadi saksi Kristus di dunia. Amin.
Doa: Ya Tuhan, ampunilah kesalahan leluhur kami dan anugerahkan Roh-Mu supaya sebagai generasi sekarang ini dapat menjadi alat keselamatan-Mu. Amin.