RHK Sabtu, 8 Oktober 2016

0
1378

Janji Allah Bukan Janji–janjian 

Yohanes 6:58–59

        Sebagai bangsa yang religius (beragama), kita semua sangat bersyukur, karena pada bulan Desember  tahun 2015 yang lalu, semua kita telah mengambil bagian dalam pesta demokrasi, Pemilihan Kepala Daerah dan telah memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Bahkan sudah beberapa bulan ini sesudah pelantikan kita mulai hidup bermasyarakat untuk menikmati apa yang mereka janjikan dalam kampanye politik yang lalu. Walau kita tidak berharap lebih terhadap realisasi janji mereka, tetapi kita meminta konsistensi dan komitmen dari janji yang mereka ucapkan, mengingat pada kenyataannya banyak janji-janji yang hanya tinggal janji, inilah realitas manusia.

        Akan tetapi, terlepas dari apa yang menjadi janji politik mereka, kita tentu sangat memahami bahwa secara umum janji yang diucapkan oleh manusia adalah “janji yang labil”, maksudnya pasti akan berubah sesuai dengan kondisi yang ada di sekitarnya, baik disebabkan oleh pengaruh perbedaan kebutuhan pada lingkungannya atau pengaruh perbedaan konsep politik. Tetapi janji Tuhan akan selalu tetap dan kekal. Itu sebabnya janji tentang roti kekal yang turun dari sorga, pasti berbeda dengan roti (makanan=materi) yang disediakan oleh dunia ini.

        Oleh karena itu, sebagai keluarga dan rumah tangga Kristen, kita diajak oleh Firman ini yaitu Roti Hidup untuk terus-menerus hidup dalam ketaatan dan kesetiaan terhadap janji yang diberikan Allah kepada kita. Itulah “Janji Allah”. Amin. 

Doa: Ya Tuhan, berilah kami hati yang teguh untuk dapat memelihara janji-Mu dalam hidup kami selama-lamanya. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here