RHK Selasa, 18 Desember 2018

0
697

Allah Memberi Kelepasan

Lukas 1:71-75

Ketika manusia mengalami penderitaan hidup, tidak jarang ada yang meragukan kuasa Tuhan. Ada juga yang tidak sabar menanti jawaban doanya kepada Tuhan. Ada juga yang tidak berharap kepada-Nya dan lebih mengandalkan kemampuannya. Sesungguhnya Tuhan adalah  yang dipuji dan harapan setiap orang percaya. Sebab Tuhan adalah jawaban dalam hidup.

Nyanyian pujian yang dinyanyikan Zakharia untuk memuji Allah karena kelepasan yang dilakukan Allah dengan mengutus Mesias. Dimana adanya nyanyian pujian Zakharia tentang pengharapan Yahudi akan Mesias. Orang-orang Yahudi meng-harapkan pulihnya kebesaran  kerajaan Daud yang melepaskan orang Israel dari penjajahan di bawah musuh-musuh kafir (bnd. Kis. 1:6). Tuhan Allah dari dahulu telah menegaskan dengan bersumpah bahwa orang Israel akan memiliki tanah Kanaan dan akan menaklukkan musuh-musuhnya (Mzm 105:8-11). Allah memberi kelepasan bukan hanya kebebasan politik karena itu bukan tujuan. Namun kebebasan rohaniah yang sungguh-sungguh yang dapat mengabdi kepada Tuhan dalam hidup yang ditandai dengan beribadah kepada Allah, hidup dalam kekudusan,  kebenaran dan hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama manusia.

Sebagai keluarga kristen melalui Firman ini, iman kita dikuatkan karena Dialah Tuhan yang mampu menjawab dan memberi kelepasan dalam berbagai pergumulan hidup. Dialah Sang Juruselamat dunia yang menebus dosa dan menuntun kita untuk hidup berharap kepada-Nya. Firman mengajar kita untuk tahu bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan yang banyak melakukan kebaikan dalam hidup kita. Marilah dalam hidup ini senantiasa berharap kepada-Nya, terus beribadah, bersyukur dan menyatakan kehidupan yang kudus dalam hidup sehari-hari dengan Tuhan dan sesama. Amin.

 Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tetap percaya akan kuasa dan kasih-Mu dalam hdup kami. Ajar kami hanya berpengharapan kepada Tuhan dan percaya kepada pertolongan-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.