Selamat Tapi Mati Atau Mati Tapi Selamat ?

Daniel 3 : 15 – 16

Hidup manusia selalu diperhadapkan dengan tawaran-tawaran sehingga menuntut sebuah pilihan. Kadang mudah, namun tak jarang sangat rumit. Bila pilihan di depan kita itu bagus, maka hal itu akan mudah. Sebaliknya, kita akan menghadapi kesulitan bila berhadapan dengan pilihan yang rumit. Inilah yang ditawarkan Nebukadnezar kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jika bersedia menyembah berarti selamat, jika tidak api yang menyala-nyala menanti. Tawaran yang sulit, memilih menyembah berarti mengkhianati iman pada Allah dengan selamat tapi mati. Menolak berarti kematian tapi kemenangan bagi Allah, mati tapi selamat.

Kemudian raja mengatakan dewa manakah yang sanggup melepaskan kamu dari tanganku? Sebuah pernyataan kesombongan yang menganggap kuasanya mutlak dan tak terbatas dan hal ini merupakan bentuk penghinaan kepada Allah sebagai Pemilik Kekuasaan.

Saat ini banyak orang menjadi sombong karena memiliki kekuasaan, jabatan dan materi. Dengan menjadikan semuanya itu sebagai sarana agar mereka dihormati dan menguasai orang buka menjadi sarana untuk melayani Allah dan sesama.

Semua orang diperhadapkan pada pilihan, dan harus memilih. Tak ada yang tidak memilih, karena tidak memilih pun merupakan suatu pilihan. Maka keselamatan menjadi impian semua orang, walaupun harus memilih jalan yang keliru, jalan yang gampang dan mudah.

Firman saat ini, mengajak kita sebagai keluarga Kristen untuk memilih setia walaupun harus mendertia, karena jalan keselamatan terbuka untuk kita. Memang sulit tapi itulah pilihan yang harus kita tentukan untuk menikmati kehidupan kekal. Amin

Doa : Tuhan Yesus bombing kami untuk terus memilih jalan yang Engkau tempuh walaupun ada jalan yang muda ditawarkan pada kami. Amin

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top