RHK Selasa, 24 November 2015

0
1986

Benih yang Baik Versus Lalang

Matius 13:36-38

          Kehidupan orang percaya diibaratkan benih baik yang tumbuh di ladang bersama-sama lalang. Lalang (“kusu-kusu”) adalah sejenis rumput yang mengganggu tumbuhan produktif seperti gandum. Memang kedua jenis tanaman ini hampir tidak dapat dibedakan dalam pertumbuhan di ladang mana lalang dan mana gandum. Lalang dan gandum nanti dapat dibedakan jika bulir-bulirnya sudah keluar.

          Orang jahat tetap dibiarkan hidup bersama-sama dengan orang baik sebab Tuhan mengasihi semua orang. Oleh sebab itu orang yang berbuat jahatpun masih diberikan Tuhan kesempatan untuk memperbaiki cara hidupnya. Tuhan berharap orang jahat akan bertobat dengan mengambil contoh cara hidup orang baik. Tuhan juga bermaksud agar orang baik semakin teguh, makin tahan uji dan berkualitas hidupnya.

          Warga gereja adalah benih-benih baik yang hidup berdampingan dengan sesama yang sering berlaku seperti lalang (anak-anak si jahat). Tidak sedikit warga gereja mengalami kemunduran dalam pertumbuhan iman karena perilaku yang dipengaruhi oleh kejahatan.

Keluarga Kristen yang diberkati, firman saat ini mengajak kita untuk dapat menunjukkan jati diri sebagai anak-anak Tuhan dengan cara menghasilkan buah-buah roh seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, penguasaan diri, dan lain-lain. Inilah yang membedakan kita dengan anak-anak si jahat. Amin.

Doa: Tuhan, kiranya kepada kami Kau karuniakan kemampuan khusus untuk hidup taat dihadapan-Mu serta senantiasa mengandalkan-Mu, sekalipun ada persaingan berupa kompetisi hidup, kami mohon jangan tinggalkan kami supaya kami memperoleh kemenangan bersama dengan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here