RHK Selasa, 25 Desember 2018

0
826

Kasih-Nya Sempurna

1 Yohanes 4:11-12

Ketika ibu Theresa menerima hadiah nobel perdamaian, ia ditanya oleh wartawan: apa yang dapat kita lakukan untuk mendorong perdamaian dunia? Jawabnya: pulanglah dan kasihilah keluargamu. Mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Antara lain, mengunjungi anak yatim, orang yang di penjara, panti jompo, tunanetra, orang sakit, orang miskin di emperan toko dan jalan, orang yang membutuhkan pakaian, makanan dan siapa saja yang perlu kita tolong. Tapi kasih itu juga harus dimulai dan nampakkan dalam hidup berumah tangga suami dan isteri saling mengasihi dan mencintai anak anak serta memperlengkapi mereka dengan firman agar dikemudian hari mereka mampu mempraktekkan kasih itu. Mengasihi adalah kata perintah yang diajarkan Alkitab. Firman Allah akan menjadi firman yang hidup jikalau kita mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari, sebab mengasihi adalah inisiatif Allah dan bukan manusia, dan Ia mau supaya kita terus melakukannya, Firman Allah berkata “Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah juga kita saling mengasihi.” Kata kasih dijadikan Yesus sebagai hukum Allah yang wajib dilakukan oleh orang yang beriman dan kasih Allah memungkinkan kita mengalami sukacita penuh, sebab kita bersuka cita karena Allah mengasihi kita, dan mengaruniakan hidup kekal bagi kita di dalam dan melalui Yesus Kristus. Karena itu jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Kiranya dihari natal ini kasih Allah menyempurnakan sukacita iman kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan, Engkaulah sumber kasih itu, yang terus mengajarkan kami untuk hidup saling mengasihi di mana saja kami pergi dan berada, sehingga melalui kehidupan beriman kami nama Tuhan dipermuliakan dan semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus yang telah mengalami kasih Allah. Amin.