RHK Selasa, 31 Maret 2015

0
1990

Solidaritas Dalam Kehambaan Karena Sengsara dan Pemberontakan Manusia

Yesaya 53:3-5

 

            Di dunia sekarang ini, tidak semua orang solider dengan kesusahan dan penderitaan sesama, Hal itu disebabkan karena paham individualisme semakin melekat. Paham itu mengabaikan kepentingan bersama melainkan mementingkan diri sendiri dan kelompok.

            Namun menurut pembacaan Alkitab kita hari ini, menampilkan kondisi yang dialami oleh seorang hamba yang kemudian hari menunjuk kepada Yesus Kristus. Bahwa Ia ditolak, dibenci dan tidak diterima oleh Israel dan pemimpin-pemimpinnya. Padahal misi Yesus melalui sengsara dan penderitaan-Nya, untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Gambaran itu nampak pada ungkapan ”Penyakit kitalah yang ditanggung-Nya dan kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya. Itu jelas bukan karena kesalahan-Nya. Dan ketika tangan dan kaki-Nya dipaku di kayu salib dan lambung-Nya ditikam, itu karena dosa dan pemberontakan manusia kepada Allah yang seharusnya diterima oleh manusia sebagai ganjaran. Namun ganjaran untuk manusia diganti oleh Yesus Kristus, sehingga luka paku pada tangan dan kaki Yesus yang meneteskan darah, demikian pula pada lambung-Nya, telah menjadi bilur-bilur yang menyembuhkan. Penyembuhan itu mengacu pada anugerah keselamatan rohani dan jasmani.

            Keadaan rohani dan jasmani masing-masing kita dalam keluarga yang sama buruknya dengan pemberontakan dan dosa di hadapan Allah, sesungguhnya telah berganti dengan keselamatan karena kesengsaraan dan tetesan darah dari luka pada bagian tubuh Yesus ketika disalibkan. Untuk itu, kita memang patut bersyukur kepada Tuhan Allah yang sudah menyelamatkan kita, sambil mengingat untuk tidak berbuat dosa dan melakukan pemberontakan di hadapan Allah. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepada-Mu sebab ganjaran atas dosa dan pemberontakan kepada-Mu mestinya menjadi tanggungan kami, namun karena kasih-Mu maka Engkau rela menggantikannya. Karuniakanlah kami hati yang taat untuk mengikut Engkau dan menghindari berbagai bentuk kejahatan dan dosa, sebab keselamatan rohani dan jasmani, telah menjadi bagian dalam kehidupan kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here