RHK Senin, 1 Juni 2015

0
2777

Mendengar yang Berhikmat

Amsal 2:1–2

Tuhan memberikan dua telinga kepada manusia, agar kita harus lebih banyak mendengar dan memperhatikannya. Dua telinga, kiri dan kanan berarti keseimbangan dalam mendengar. Sangat sulit kita mendengar dengan baik jika telinga yang satu sedikit terganggu. Pendengaran kita sangat sensitif. Bisa kita bayangkan betapa menakjubkan Tuhan kita yang telah menciptakannya, di saat kita mendengar ada begitu banyak bunyi, suara, dan berbagai hal terjadi di sekitar kita namun kita bisa berkonsentrasi hanya pada satu sumber berita atau  suara  saja. Jika kita sedang mendengarkan sebuah nyanyian dalam waktu yang sama pula kita bisa mendengar banyak orang berbicara,  bunyi motor atau mobil dan hewan di sekitar kita.

Mendengar yang berhikmat berarti menerima dan berupaya untuk menyimpan kebenaran Firman Tuhan, agar supaya dapat memiliki pemahaman yang benar. Janganlah kita mengunakan pendengaran kita hanya untuk kabar dan berita yang tidak jelas (kabar burung); kita harus sanggup mendengar dan menyaringnya dengan bijaksana. Agar supaya pendengaran kita benar merupakan pendengaran yang berhikmat. Menjadi pendengar yang baik saat ada yang menyampaikan keluh kesah, seperti seorang gembala yang harusnya lebih banyak mendengarkan suara domba-domba-Nya. Mendengarlah dengan bijaksana dan berhikmat agar kita tidak menyia-nyiakan telinga yang Tuhan karuniakan kepada kita masing-masing untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. 

Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk memakai telinga yang Kau anugerahkan sebagai pendengar yang berhikmat dan dengan bijaksana mendengarkan orang lain, bukan hanya untuk didengar tetapi lebih banyak mendengarkan suara Tuhan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here