Harapan yang Pas

Kejadian 8:4, 5 

Hati yang gembira dan kerinduan untuk segera keluar dari bahtera yang menjerat merupakan kerinduan yang lama dinantikan. Daratan yang luas dengan pepohonan yang meng-hijau untuk dilihat dan dipijak menjadi harapan utama. Akan tetapi Nuh dan keluarganya tidak serta merta langsung dapat keluar dari bahtera sebab belum ada daratan yang terlihat, selain puncak-puncak pegunungan Ararat. Harapan mereka masih ter-tunda. Mengapa? karena  bumi yang terhampar luas dataran rendah atau lembah belum terlihat sebab masih dipenuhi oleh air.

Bacaan firman Tuhan hari ini mengajarkan pada kita bahwa hukuman-Nya mulai berkurang (surut) akan tetapi pemu-lihan manusia dari hukuman dosa tidak terjadi secara cepat atau langsung enak (instan) tetapi perlahan, namun pasti. Dia mem-proses manusia yang dipulihkan untuk menyerahkan semuanya dalam rencana dan kehendak Allah. Bahtera yang terkandas, memperlihatkan pada kita bahwa tidak untuk selama-lamanya Tuhan membiarkan orang benar dan saleh dibiarkan terom-bang-ambing di atas samudera yang menakutkan. Ia memberi ketenangan, kepastian dan harapan bagi kita keluarga kristen.

Kita sebagai keluarga wajar jika mengharapkan setiap tantangan, pergumulan, masalah, pekerjaan, cita-cita dan ha-rapan cepat selesai, terwujud dan sukses. Semuanya itu harus melalui proses yang baik sehingga memuaskan. Tuhan meng-hendaki kita sabar dan mengalami waktu-Nya serta bersyukur. Bukankan ada saat-saat  indah dan tenang ketika Tuhan berkata: “… Jangan kamu takut Aku  adalah…”? Amin.

Doa: Terpujiah Engkau, Tuhan yang memberi ketenangan dan kepastian bagi jalan kehidupan rumah tangga kami. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top