Berdialog Dalam Keluarga
Kejadian 18:16-19
Selesai dijamu, Tuhan berdialog dengan Abraham meminta pendapat Abraham tentang Sodom dan Gomora, Tuhan melibatkannya dalam proses pengambilan keputusan.
Sebagai bagian dari satu keluarga, antar kitalah tempat berdialog terhadap berbagai problema dan romantika hidup. Dan yang terpenting kita membawa peri kehidupan kita kepada Tuhan, berdialog dengan Tuhan, agar ketika kita mengambil keputusan untuk: bekerja di bidang apa?, kuliah jurusan apa?, “selibat” (hidup menyendiri) atau menikah, kita tidak salah memutuskan pilihan hidup. Pun ketika badai hidup menerpa, kita libatkanlah keluarga dan Tuhan dalam menyelesaikan masalah kita. Dengan kata lain di setiap derap langkah hidup Tuhan tetap dilibatkan, Dia menjadi tempat yang tepat terhadap curahan hati kita. Karena banyak kali ketika kita melibatkan orang lain untuk mencurahkan hati terhadap masalah hidup, kadangkala justru merekalah yang menjatuhkan kita. Tetapi jika kita mencurahkan isi hati kepada Tuhan, tetap dekat dan akrab dengan-Nya, Dia akan memberi jalan keluar yang tepat. Sebab seperti Abraham, kita adalah “partner” Allah, orang-orang pilihan-Nya. Yang mana kita dan keturunan kita sekarang dan nanti diperintahkan Tuhan agar tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
Karena itu panggilan Abraham untuk menjadi pemimpin rohani yang suka berdialog adalah juga panggilan bagi orang tua untuk menjadi pemimpin rohani dalam rumahnya dan mendidik anak-anaknya menuruti jalan Tuhan. Amin.
Doa: Tuhan, Engkaulah curahan hati terhadap segala permasalahan dan sendi kehidupan kami. Berdialog dengan-Mu Tuhan seperti lewat doa ini, kami merasa tenang melangkah dalam hidup ini. Amin.