GMIM.or.id – Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Manado Malalayang Barat serta Delapan SK Badan Pekerja Majelis Jemaat, Ketua BPMW Malalayang Barat Pdt. Nelly Pongkorung-Uguy,S.Th melantik Pengurus Panji Yosua aras Wilayah dan Jemaat se-Wilayah Manado Malalayang Barat dalam suatu ibadah yang digelar pada Minggu (01/05) pukul  14.00 wita di Jemaat GMIM El Manibang Malalayang Dua. Dalam pelantikan tersebut, Anggota Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM Bidang Litbang dan Infokom Pnt. Drs. Jackried Kanselir Maluenseng, MSc memaparkan penjelasan umum Panji Yosua P/KB GMIM.

Ia mengatakan, Panji Yosua tidak sama dengan ormas-ormas lain. Anggota Panji Yosua harus bertindak berdasarkan hukum kasih sebagaimana yang diajarkan Yesus Kristus.Kita berbeda. Jika ada ormas-ormas lain dilantik di tempat-tempat bertuah, Panji Yosua justru dilantik di Gereja atau dalam suatu event kerohanian lainnya,” tegas Maluenseng sembari menyebut bahwa ini merupakan pengingat, bahwa seluruh anggota Panji Yosua P/KB adalah pelayan. Di semua aras, Panji Yosua adalah penggerak utama dalam pelayanan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM Pnt. Ir. Stefanus BAN Liow (SBANL) dalam sambutannya mengatakan, kehidupan Yosua menjadi teladan bagi warga P/KB GMIM sebagai bapak-bapak Tuhan. Sebagai pemimpin yang besar, Yosua, atas pertolongan Tuhan mampu membawa bangsa Israel dalam kesejahteraan, perubahan mental dan cara berpikir hingga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi bangsa Israel. “Inilah fungsi utama dibentuknya Panji Yosua P/KB GMIM. Menghadirkan damai sejahtera, keamanan dan kenyamanan serta keteladanan lewat tindakan dan ucapan bapak-bapak Tuhan, secara khusus anggota Panji Yosua P/KB GMIM,” beber SBANL.

Lebih lanjut, SBANL menegaskan, Panji Yosua P/KB GMIM bukanlah kendaraan politik jajaran Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM maupun warga GMIM. “Keterlibatan Panji Yosua P/KB GMIM dalam beberapa moment Pilkada baru-baru ini, semata-mata untuk menghasilkan Pilkada yang transparan, jujur dan adil, seraya bersinergi dengan Pemerintah dalam menunjang berbagai program bagi masyarakat Sulawesi Utara, termasuk didalamnya warga GMIM yang ada di tujuh Kabupaten/Kota dalam lingkup pelayanan GMIM,” pungkas SBANL.

Di bagian lain, Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM Brian Waleleng, SH.  mengatakan, setiap pengurus yang sudah dilantik segera ditindak lanjuti dengan Pendidikan dan Pelatihan Panji Yosua, sebagaimana yang sudah dilakukan P/KB GMIM Rayon Tomohon  pada bulan Desember 2015 silam.  “Dalam diklat ini, antara lain pembinaan mental spiritual serta etos kerja dalam menuju revolusi mental,” ujar Waleleng, sembari menyebut agar para pengurus Panji Yosua di aras Jemaat dan Wilayah memahami betul peran dan fungsi mereka.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top