Sekilas Profil Tuan Rumah Pelaksana Penjabaran Program KPA Sinode GMIM

0
1855

GMIM.or.id – Ketua BPMJ Pukakelungang Mahagame Lihunu Pdt. Imelda Tadanugi, S.Th sangat bersyukur ketika jemaat yang ia layani mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksana Penjabaran Program untuk Rayon Minahasa Utara. Padahal,  awalnya sempat ragu untuk menjadi tuan rumah. “Dengan cuaca yang kadang-kadang ekstrim, apalagi sejak pagi sudah mulai berombak disertai hujan, kami sempat berpikir peserta akan mengurungkan niatnya untuk menuju ke Lihunu,”  ungkapnya disela-sela istirahat makan siang para peserta.

Ia meyakini, segala sesuatu Tuhan sudah siapkan walaupun dalam keadaan seperti ini. “Mudah-mudahan apa yang jemaat berikan kepada para tamu menjadi sukacita tersendiri. Boleh berbaur dengan jemaat yang senantiasa menopang pelayanan, dan yang tak kalah penting, jemaat juga bisa menopang apa yang diprogramkan BPMS GMIM melalui Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM, “ terang Pendeta yang masih berstatus lajang ini.

Sebagaimana Jemaat lainnya yang berada di kepulauan, Jemaat Pukakelungang Mahagame Lihunu berkerinduan mengikuti setiap program aras Sinodal Kategorial BIPRA, tetapi terbentur masalah dana. “Dengan kondisi geografis berada di kepulauan, biaya transportasi menjadi menjadi kendala utama kami. Jika pendaftaran Rp. 50.000, transportasi bisa 3 kali lipat (Rp.150.000),” ungkap Tadanugi, saat menjelaskan jemaat yang ia layani tersebut terdiri dari 6 (enam) Kolom dengan 124 Kepala Keluarga. “Dari jumlah ini, separuhnya berada di luar jemaat. Mencari nafkah di sekitar Likupang,  bahkan hingga ke Kotamobagu,” terang Tadanugi.

Tadanugi menjelaskan, sebagian besar anggota jemaatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan tani. “Inilah tantangan kami, apalagi 2015 silam terjadi sejumlah kebakaran lahan pertanian di pulau Bangka yang menyebabkan lahan belum bisa dikelola. Begitu pun bagi nelayan, yang terkadang tidak melaut karena cuaca ekstrim,” ungkapnya, seraya menyatakan syukur, karena ada sesuatu yang luarbiasa, yakni ketika banyak orang enggan berkunjung ke tempat ini karena harus menyeberangi lautan yang terkadang tidak ramah, tapi KPA Sinode GMIM tetap mempercayakan Pukakelungang Mahagame Lihunu sebagai jemaat yang layak menjadi tuan rumah Penjabaran Program. “Pada Oktober nanti, KPA Sinode GMIM akan kembali berkunjung dan melayani di Jemaat Pukakelungang Mahagame Lihunu lewat Program Sesawi untuk anak sekolah minggu. Terima kasih untuk dua kesempatan ini (Penjabaran Program dan Program Sesawi). Terima kasih juga kepada Ketua KPA Sinode GMIM Pnt. Ir. Meike Munaiseche-Pangemanan, M.Si, dan seluruh jajaran KPA Sinode GMIM dan POKJA yang berkesempatan hadir di jemaat kami. Jangan segan-segan berkunjung ke jemaat ini. Sekalipun perjalanan menuju ke tempat ini sering menimbulkan kekuatiran, tapi dengan penyertaan Tuhan, anda bisa tiba dengan selamat di Pukalelungan yang artinya Tempat Berlindung,”  pungkas Tadanugi.

Di bagian lain, Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Gabata Pdt. Noldy Rumuat, M.Teol, M.Pdk mengapresiasi Penjabaran Program yang sudah dilaksanakan di Wilayah Gabata (Gangga, Bangka, Talise). “Panggilan iman yang mau disampaikan Yesaya, ia memperhitungkan sesuatu tempat yang jauh, yaitu pulau-pulau. Sesuatu yang mungkin tidak dapat dijangkau, tetapi sebagai figur seorang hamba Allah, Yesaya mengimani tempat-tempat seperti itu suatu saat akan menjadi tempat umat manusia memulikan Allah (Yesaya 49:1). Hari ini (20/02) sudah terbukti dengan kehadiran seluruh perutusan Jemaat dan Wilayah se Rayon Minahasa Utara yang datang menghadiri Penjabaran Program, sekaligus melihat dari dekat warga masyarakat dan warga jemaat Lihunu, dengan segala aktivitasnya sebagai bagian dari Gereja Masehi Injili di Minahasa yang ada di kepulauan,” ujar Rumuat. 

 (Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here