Ubah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik

0
1873

 

GMIM.or.id – Sabtu (31/10)  di Aula serba guna jemaat, Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Jemaat Imanuel Rumoong Atas Dua Wilayah Tareran Satu menggelar Pelatihan Penanggulangan Polusi Dampak Limbah Peternakan dan  Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis.  Pnt. Drs. Victor Kowel Ketua Komisi Pelayanan P/KB Imanuel Rumoong Atas Dua mengatakan, program ini bertujuan melatih para pemilik usaha ternak untuk mengolah limbah ternak menjadi pupuk tanaman, sehingga bau kurang sedap dari limbah yang dihasilkan ternak tidak mengganggu warga sekitar. “Limbah ternak yang menimbulkan bau yang mengganggu dapat diubah menjadi pupuk organik. Gereja perlu memotivasi jemaat, bahwa usaha ternak babi dan ayam yang ditekuni untuk mendongkrak ekonomi jemaat perlu memperhatikan dampak buruk limbah ternak terhadap lingkungan. Ini merupakan sinergitas dengan Pemerintah,” ungkap Kowel.

Sebagian besar warga jemaat dari petani menjadi peternak babi dan ayam juga menjadi pertimbangan Komisi P/KB Imanuel Rumoong Atas Dua untuk menggelar salah satu program andalan P/KB di tahun pelayanan 2015 ini. Kowel menegaskan, sekalipun usaha ternak babi dan ayam bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga jemaat, dampak limbah ternak bagi kesehatan warga jemaat harus diperhatikan. “Dalam kurun waktu tertentu, sesuai analisis kesehatan limbah tersebut berpengaruh pada otak dan paru-paru manusia,” terang Kowel.  Ia pun mengungkap, beberapa anggota jemaat sudah terindikasi mengalami gangguan paru-paru. “Tapi belum separah yang dibayangkan,” imbuhnya. Kepedulian P/KB Imanuel Rumoong Atas Dua pun dituangkan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar bersamaan dengan pelatihan penanggulangan polusi dampak limbah peternakan. Dikatakan Kowel  pemeriksaan gula-darah, kolestrol dan asam urat direspon baik semua kalangan. Sekitar

100 warga jemaat memanfaatkan layanan pengobatan gratis ini dan bukan hanya warga jemaat Imanuel, tapi juga dari beberapa jemaat sekitar. 

Penegasan pun disampaikan Ketua BPMJ Imanuel Rumoong Atas Dua Wilayah Tareran Satu Pdt. Jotje Regah, S.Th.  yang menyambut baik Pelatihan Penanggulangan Polusi Dampak Limbah Peternakan yang digelar Komisi P/KB Jemaat. Pdt. Regah yang mendampingi Komisi P/KB Jemaat selama pelatihan berlangsung mengungkap, jemaat yang dia layani sangat bersyukur dengan hadirnya para narasumber yang memberi materi pelatihan dan boleh berbagi pengalaman kepada jemaat.  “Atas nama BPMJ , saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. DR. DR. Theo Mautang, M.Kes.AIFO, DInas Peternakan Provinsi Sulut dan Pnt. Ir. Stefanus B.A.N. Liow (Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM) yang boleh hadir dan berbagi pengalaman dan mendorong jemaat untuk meningkatkan  usaha peternakan tanpa mengesampingkan dampak limbah ternak bagi kebersihan lingkungan dan  kesehatan warga jemaat itu sendiri,” ungkap Regah.

Ditambahkan Regah, wawasan jemaat semakin diperluas dengan pelatihan ini. Apalagi bahan-bahan yang diperlukan dalam mengelola limbah ternak menjadi pupuk tanaman mudah didapat dan berada di sekitar pemukiman penduduk dan perkebunan.

Regah mengapresiasi realisasi program P/KB jemaat ini. Ia mengatakan, mendapatkan sejumlah pengetahuan dalam satu pelatihan menjadi catatan tersendiri bagi jemaat dan secara khusus P/KB Jemaat Imanuel Rumoong Atas Dua yang sebagian besar mulai menekuni wirausaha ternak babi dan ayam, selain pertanian yang menjadi pekerjaan utama warga jemaat dan masyarakat di Rumoong Atas Dua. 

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende,M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here