Allah Menjanjikan Berkat
Ibrani 6:13
Orang sering membuat polemik antara “janji” dan “sumpah”. Ada konotasi bahwa “sumpah” jauh lebih kuat dan berarti dari pada “janji”. “Janji” menurut Kamus Bahasa Indonesia tulisan Surayin berarti “kesediaan untuk melakukan sesuatu”. Dalam arti dua pihak yang saling mengikat janji itu setara. Sedangkan “sumpah” berarti pernyataan yang diucapkan kepada Tuhan. Artinya, pernyataan yang diucapkan kepada yang Mahatinggi. Dalam bacaan kita, dua kata ini termuat. Bahwa ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri karena tidak ada Pribadi yang lebih tinggi dari-Nya. Sebagaimana kita ketahui bahwa janji Allah kepada Abraham adalah janji berkat (Kejadian 12). Penulis Ibrani hendak menegaskan bahwa janji Allah adalah sumpah-Nya, bahwa dengan sumpah itu janji-Nya pasti diwujudkan-Nya. Artinya, penerima janji itu tidak perlu ada keraguan sedikitpun terhadap apa yang Allah ucapkan.
Sedemikian bersungguh-sungguhnya Allah hendak meyakinkan umat-Nya termasuk keluarga kita bahwa Ia pasti memberkati umat-Nya. Kiranya hal ini kita terima dengan iman sekaligus komitmen untuk menjadikan hidup kita berkat bagi semua. Amin.
Doa: Ya Allah Bapa, Engkau begitu baik bagi kami. Berkat-Mu selalu Engkau nyatakan. Tolonglah kami untuk dapat membawa hidup kami menjadi berkat. Amin.