RHK Rabu, 17 Desember 2014

1
2113

Tuhan Tidak Melupakan Tapi Menolong 

Zefanya 3:19

Seorang hamba Tuhan menceritakan pengalaman masa kanak-kanaknya ketika ia bersama dengan ibunya berbelanja keperluan sehari-hari di sebuah pusat perbelanjaan yang sangat ramai. Sepanjang perjalanan ia terus menggenggam tangan ibunya namun sekali waktu ia tertarik dengan mainan yang ditawarkan seorang penjual dan secara tidak sadar melepaskan tangan ibunya. Setelah puas melihat-lihat mainan yang diperdagangkan ia menoleh untuk melihat ibunya, ternyata ibunya tak lagi disampingnya. Ia berteriak dan  menangis dengan sekeras-kerasnya. Hal pertama yang ia rasakan bahwa ibunya telah melupakannya. Keluarga yang diberkati Tuhan, mungkin sekali bahwa pengalaman dilupakan juga pernah menjadi pengalaman kita. Tidak menyenangkan memang kalau dilupakan terutama disaat kita mengharapkan agar diingat oleh orang lain. Dilupakan berarti keberadaan kita diabaikan atau tidak diperhitungkan. Kalau diabaikan maka perasaan tidak dibutuhkan, tidak berharga, takut, cemas, kuatir dan marah bercambur baur tak menentu.

Dalam bacaan inipun sesungguhnya umat Tuhan juga mengalami krisis dalam hubungannya dengan Tuhan karena mereka memang merasa telah dilupakan oleh Tuhan. Namun bagian firman Tuhan yang kita baca, jelas sekali bahwa tindakan Tuhan terhadap para penindas Israel menjadi bukti penyertaan dan keberpihakan-Nya terhadap milik-Nya dan bahwa mereka tidak pernah dilupakan, Tuhan akan menyelamatkan yang pincang dan mengumpulkan yang terpencar. Yesaya pernah bertutur dalam Yesaya 44:21 “Hai Israel, engkau tidak Kulupakan”. Sebab itu lewat renungan ini firman memberi kepastian bahwa setiap milik kepunyaan Tuhan, orang-orang percaya, keluarga-keluarga Kristen, engkau tidak Kulupakan. Amin. 

Doa: Bersyukurlah kami bahwa Tuhan tidak pernah melupakan keluarga kami, janji-Mu kami yakini dan amini mejadi nyata dalam kehidupan kami hari lepas hari. Amin.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here